DJI EV50: eVTOL Pertama DJI untuk Pengiriman Kargo

DJI EV50 adalah drone kargo eVTOL pertama dari DJI. Dengan payload hingga 50 kg dan jangkauan hingga 150 km tanpa beban, DJI EV50 VTOL menandai langkah DJI memasuki kategori baru: pengiriman yang lepas landas vertikal namun tetap mampu terbang jauh seperti pesawat bersayap.

Ringkasan
  • DJI EV50 adalah drone kargo VTOL pertama dari DJI, dengan payload hingga 50 kg dan jangkauan hingga 150 km tanpa beban.
  • DJI EV50 memakai konfigurasi compound wing: 8 rotor vertikal untuk lepas landas dan 3 pusher untuk terbang jauh yang efisien.
  • Kompartemen kargonya besar, 270 liter, dengan bobot muatan yang tertimbang otomatis dan bodi yang bisa dilipat tanpa alat.
  • DJI EV50 dirancang untuk transportasi pegunungan, tanggap darurat, eksplorasi ilmiah, pengiriman antar pulau, dan angkutan antar kota. Harga dan jadwal ketersediaan resmi belum diumumkan DJI.
Drone kargo eVTOL DJI EV50
DJI EV50 VTOL, drone kargo eVTOL pertama DJI dengan konfigurasi compound wing.

Apa itu DJI EV50?

DJI EV50 adalah drone eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) yang dirancang khusus untuk pengiriman kargo. Rahasianya ada pada konfigurasi compound wing: 8 rotor vertikal menangani lepas landas dan pendaratan, sementara 3 pusher mendorong drone terbang maju secara efisien. Hasilnya, DJI EV50 tidak membutuhkan landasan pacu, tetapi tetap hemat energi untuk rute panjang.

Spesifikasi DJI EV50 (DJI EV50 specs)

Berikut spesifikasi utama DJI EV50.

Performa dan kapasitas angkut
Max payload50 kg
Max range (tanpa beban)150 km
Max airspeed (tanpa beban)160 km/h
Max takeoff altitude4.500 m
Ketahanan anginhingga 12 m/s
Suhu operasi-20ยฐC sampai 40ยฐC
Sistem propulsi dan daya
KonfigurasiCompound wing
Rotor dan pusher8 rotor vertikal + 3 pusher
Sistem dayaRedundant power system
Auto rotor-lockMengurangi cruise drag
Tipe dayaElektrik
Kargo dan operasional
Kapasitas kargo270 L
Dimensi kargo1,5 x 0,4 x 0,45 m
Cargo holdSelf-weighing (timbang otomatis)
PelipatanTool-free folding
Keamanan dan navigasi
Redundansi multi-sistemControl surface, daya, suplai listrik, pitot tube
SensorLiDAR + mmWave radar
PositioningRTK + GNSS
VisualDual fisheye + dual FPV
Pendaratan daruratParasut
Deteksi lalu lintas udaraADS-B standar
Ketahanan lingkungan
Protection ratingIP55
Pitot tubeDesain redundant
Self-heating pitot tubeDidukung
Komunikasi dan ekosistem
TransmisiMulti-band SDR
Transmisi tambahanDual 4G enhanced
InterfacePSDK untuk integrasi dan ekspansi payload
Kompartemen kargo DJI EV50 270 liter
Kompartemen kargo DJI EV50 berkapasitas 270 liter dengan penimbangan otomatis.

Fitur keselamatan dan keandalan DJI EV50

Untuk misi jarak jauh, keandalan menjadi kunci. DJI EV50 membawa redundansi berlapis dan sejumlah fitur keselamatan berikut.

Redundansi berlapis
Bidang kendali, daya, kelistrikan, dan pitot tube dirancang cadangan agar tetap aman saat terjadi gangguan.
Parasut darurat
Parasut membantu pendaratan darurat untuk melindungi muatan dan area sekitar.
Kesadaran lalu lintas udara
ADS-B standar membantu mendeteksi pesawat di sekitar selama misi jarak jauh.
Tahan lingkungan
Rating IP55 dan pitot tube self-heating mendukung operasi pada kondisi menantang.

Kenapa eVTOL penting untuk pengiriman kargo?

Drone kargo multirotor seperti DJI FlyCart 100 sangat stabil untuk muat-bongkar presisi dan efektif pada jarak pendek hingga menengah. Namun untuk rute jauh, terbang dengan banyak rotor kurang efisien. Konfigurasi compound wing DJI EV50 menjawab hal ini dengan beralih ke mode terbang maju setelah lepas landas.

Multirotor (mis. FlyCart)
  • Lepas landas & mendarat vertikal
  • Sangat stabil untuk muat-bongkar presisi
  • Optimal untuk jarak pendek hingga menengah
eVTOL compound wing (DJI EV50)
  • Lepas landas vertikal, lalu terbang efisien seperti pesawat
  • Jangkauan jauh, hingga 150 km tanpa beban
  • Cocok untuk rute panjang antar pulau dan lepas pantai

Bagaimana DJI EV50 melengkapi lini DJI Delivery?

DJI EV50 memperluas pilihan pada lini DJI Delivery. Untuk pengiriman rutin dan angkut berat jarak pendek hingga menengah, ada DJI FlyCart 30 dan DJI FlyCart 100. DJI EV50 hadir sebagai opsi eVTOL untuk jangkauan yang jauh lebih panjang.

DJI FlyCart 30
Drone kargo multirotor kelas standar untuk pengiriman rutin jarak menengah.
DJI FlyCart 100
Drone kargo multirotor angkut berat, hingga 100 kg di ketinggian permukaan laut.
DJI EV50 (eVTOL)
eVTOL compound wing untuk pengiriman jarak jauh, payload 50 kg.
DJI EV50 dilipat untuk transportasi
Bodi DJI EV50 dapat dilipat tanpa alat untuk memudahkan transportasi.

Uji terbang DJI EV50 di ketinggian ekstrem

DJI EV50 terbang untuk mendukung ekspedisi ilmiah digital di Mount Qomolangma, nama yang dipakai DJI untuk Everest. Drone ini mengangkut peralatan pengukur ozon milik College of Environmental Sciences and Engineering, Peking University, sebanyak 12 kali selama 12 hari dari base camp di kawasan Qomolangma National Reserve.

Penerbangan tertingginya mencapai 8.861 meter dengan pendakian kontinu 3.730 meter dari titik lepas landas. Angka itu hampir dua kali batas ketinggian lepas landas normalnya, yaitu 4.500 meter. Pola terbangnya berupa pendakian spiral dan penerbangan bolak-balik untuk menghadapi angin kompleks di ketinggian.

DJI FlyCart 100 di misi Everest yang sama

Berbeda dari DJI EV50 yang berupa drone bersayap untuk terbang jarak jauh, DJI FlyCart 100 adalah drone multirotor pengangkat berat untuk jarak pendek. Pada misi yang sama, DJI FlyCart 100 bekerja sama dengan Airlift, perusahaan asal Nepal, memindahkan perlengkapan pendakian dan sampah antara Base Camp dan Camp 1 di sisi selatan Everest. Drone ini membawa hingga 47 kg pada ketinggian di atas 6.300 meter dan suhu -15ยฐC sampai 5ยฐC. Total 10.073 kg dipindahkan: 7.215 kg logistik naik dan 2.858 kg sampah turun.

Satu penerbangan memakan waktu delapan menit. Rute yang sama ditempuh porter dalam enam sampai delapan jam melintasi Khumbu Icefall, bagian paling mematikan di jalur pendakian sisi selatan. Drone mengambil alih leg paling berbahaya.

Potensi DJI EV50 untuk logistik Indonesia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak lokasi yang sulit dijangkau jalan darat. Kombinasi lepas landas vertikal dan efisiensi jarak jauh membuat DJI EV50 relevan untuk pengiriman kargo lewat udara, seperti menghubungkan antar pulau, menjangkau lokasi lepas pantai dan pegunungan, hingga mendukung tanggap bencana ke area tanpa akses landasan.

Meski begitu, penerapan drone pengiriman jarak jauh tetap bergantung pada kesiapan regulasi penerbangan, termasuk operasi di luar jarak pandang (BVLOS). Karena itu, potensi DJI EV50 sebaiknya dilihat sebagai arah pengembangan yang menjanjikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu DJI EV50?

DJI EV50 adalah drone kargo eVTOL pertama DJI. Konfigurasi compound wing-nya menggabungkan 8 rotor vertikal untuk lepas landas dengan 3 pusher untuk terbang jarak jauh, sehingga mampu membawa payload hingga 50 kg sejauh 150 km tanpa beban.

Apakah DJI EV50 benar VTOL?

Ya. DJI EV50 adalah eVTOL, yang berarti lepas landas dan mendarat secara vertikal bertenaga listrik, lalu beralih ke mode terbang maju yang efisien menggunakan pusher.

Berapa payload dan jangkauan DJI EV50?

Berdasarkan brosur resmi, DJI EV50 memiliki max payload 50 kg dan max range 150 km tanpa beban, dengan kompartemen kargo 270 liter.

Berapa harga DJI EV50?

Harga DJI EV50 belum diumumkan secara resmi. Untuk kebutuhan pengiriman kargo yang bisa dioperasikan sekarang, DJI FlyCart 30 dan DJI FlyCart 100 tersedia melalui Halo Robotics.

Kapan DJI EV50 rilis?

DJI belum mengumumkan tanggal ketersediaan resmi DJI EV50. Sebagai distributor resmi tunggal DJI Delivery di Indonesia, Halo Robotics akan menginformasikan perkembangannya.

Butuh solusi drone kargo untuk operasi lintas pulau?
Konsultasikan kebutuhan pengiriman kargo dan jadwalkan demo bersama tim Halo Robotics.
Contact Us

Baca juga: DJI FlyCart 100 dan Cargo Drone: Panduan Drone Pengangkut Barang

aisyah image
Aisyah Ayu Winandri

Aisyah is a Content Marketing Officer at Halo Robotics with over five years of international experience across Azerbaijan, Indonesia, Japan, and Russia. She leverages her global perspective and expertise in cultural storytelling to transform complex commercial drone and robotics technology into compelling narratives, highlighting how these enterprise solutions drive safety, efficiency, and industrial growth.

Eli Moselle

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.

Download Market Report

Please fill out this form to download Digital Twin & BIM Market Report 2026

Download Market Report

Please fill out this form to download Survey & Mapping Market Report 2026

Welcome to Halo Robotics

Button WA