OGMP 2.0 di Indonesia: Kepatuhan untuk Industri Migas

Video: pemantauan dan deteksi metana berbasis drone (Halo Robotics).

Metana adalah gas rumah kaca paling deras dampaknya dalam jangka pendek, dan sebagian besar bocor tanpa terdeteksi. OGMP 2.0 dibuat untuk menutup celah itu. Kerangka ini menggeser pelaporan emisi dari estimasi generik menjadi pengukuran langsung di sumber.

OGMP 2.0 adalah kerangka pelaporan emisi metana untuk industri minyak dan gas. Kerangka ini menuntut data yang makin akurat, dari estimasi menuju pengukuran langsung. Bagi operator migas di Indonesia, memahami OGMP 2.0 penting untuk kepatuhan dan kredibilitas data emisi.

Ringkasan
  • OGMP 2.0 adalah standar pelaporan emisi metana berbasis pengukuran, bukan estimasi.
  • Terdiri dari lima level; Level 4-5 (Gold Standard) menuntut pengukuran langsung di sumber.
  • Drone dengan sensor TDLAS mengukur dan memetakan metana untuk pelaporan tingkat tinggi.
  • Relevan di seluruh rantai migas: hulu, kilang, LNG, dan distribusi gas.

Apa itu OGMP 2.0?

OGMP 2.0 adalah singkatan dari Oil and Gas Methane Partnership 2.0, kerangka pelaporan yang dipimpin United Nations Environment Programme (UNEP) melalui International Methane Emissions Observatory (IMEO). Tujuannya menyeragamkan dan meningkatkan akurasi pelaporan emisi metana, gas rumah kaca dengan dampak pemanasan jauh lebih besar daripada CO2 dalam jangka pendek. OGMP 2.0 mendukung Global Methane Pledge untuk menekan emisi metana global.

Kenapa OGMP 2.0 penting: dari estimasi ke pengukuran

Selama bertahun-tahun, emisi metana dilaporkan dengan faktor estimasi standar, bukan pengukuran nyata. Hasilnya sering meleset jauh dari kondisi lapangan. Pendekatan berbasis pengukuran menutup celah itu dan memberi angka yang dapat ditindaklanjuti. Empat alasan berikut membuat pergeseran ini penting bagi operator migas.

Dampak iklim besar
Metana memerangkap panas sekitar 80 kali lebih kuat daripada CO2 dalam 20 tahun pertama. Menurunkan emisi metana memberi efek pendinginan tercepat.
Data yang dapat diaudit
Pelaporan bergeser dari estimasi generik ke pengukuran langsung di sumber, sehingga angka emisi dapat diverifikasi pihak ketiga.
Akses pasar dan pembiayaan
Pembeli gas dan investor makin menuntut bukti emisi rendah. Pelaporan terverifikasi menjaga akses ke pasar ekspor dan pendanaan.
Efisiensi operasi
Setiap kebocoran adalah gas yang hilang. Menemukan dan menutup kebocoran menurunkan emisi sekaligus kerugian produk.

OGMP 2.0 framework: lima tingkat pelaporan

Kerangka ini membagi pelaporan menjadi lima tingkat. Semakin tinggi tingkatnya, semakin akurat karena berbasis pengukuran langsung, bukan sekadar estimasi.

Level 1
Estimasi memakai faktor emisi generik.
Level 2
Faktor emisi digabung dengan data aktivitas.
Level 3
Faktor emisi spesifik per jenis sumber dan peralatan.
Level 4
Pengukuran langsung di tingkat sumber (source-level).
Level 5
Pengukuran sumber direkonsiliasi dengan pengukuran tingkat lokasi (site-level).

Apa itu Gold Standard OGMP 2.0?

Gold Standard adalah pengakuan bagi anggota yang berkomitmen mencapai pelaporan berbasis pengukuran, yaitu Level 4 atau Level 5. Komitmen ini mencakup rencana yang kredibel serta target pengurangan emisi. Status ini menandakan data metana perusahaan dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan dan pelaporan publik.

Jalur menuju OGMP 2.0 Gold Standard dengan pemantauan metana otomatis berbasis drone dan TDLAS

Jalur bertahap menuju OGMP 2.0 Gold Standard dengan pemantauan metana otomatis.

Kapan batas waktu pelaporan OGMP?

Anggota kerangka ini melaporkan emisi metana setiap tahun. Untuk jalur Gold Standard, target pencapaian Level 4 atau 5 adalah dalam 3 tahun untuk aset yang dioperasikan dan 5 tahun untuk aset non-operasi sejak bergabung. Karena itu, kesiapan sistem pengukuran menjadi kunci sejak awal.

OGMP 2.0 di Indonesia dan Pertamina

Industri migas Indonesia menghadapi dorongan global untuk pelaporan metana yang lebih akurat. Operator besar seperti Pertamina berada di pusat perhatian ini karena skala operasinya. Mengadopsi pelaporan berbasis pengukuran membantu operator Indonesia menyelaraskan diri dengan standar tersebut sekaligus mendukung target iklim nasional. Pembahasan solusi metana untuk sektor migas tersedia di solusi Oil & Gas Halo Robotics.

Bagaimana drone membantu kepatuhan OGMP 2.0?

Drone dengan sensor TDLAS untuk pemantauan metana mendukung kepatuhan OGMP 2.0 di industri migas

Drone dengan sensor TDLAS mengukur dan memetakan emisi metana di fasilitas migas.

Mencapai Level 4 dan 5 menuntut pengukuran langsung, bukan estimasi. Drone dengan sensor TDLAS mengukur konsentrasi metana dari jarak aman dan memetakan sebarannya, sehingga menghasilkan data berbasis pengukuran untuk pelaporan tingkat tinggi.

Pendekatan ini dibahas pada solusi pemantauan metana berbasis drone dan studi kepatuhan OGMP 2.0 Gold Standard dengan drone TDLAS dan DJI Dock 3.

Penerapan pemantauan metana per industri

Kepatuhan OGMP 2.0 relevan di seluruh rantai nilai migas. Pemantauan metana berbasis drone diterapkan pada sektor-sektor berikut.

Hulu migas (upstream)
Pemantauan emisi metana di sumur, wellpad, dan fasilitas produksi.
Kilang & petrokimia
Deteksi kebocoran pada kompresor, pipa, dan unit proses.
LNG & midstream
Pengukuran metana di terminal, tangki penyimpanan, dan jalur pipa.
Distribusi gas
Pemetaan titik kebocoran di jaringan pipa dan stasiun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

OGMP 2.0 adalah apa?

Ini adalah kerangka pelaporan emisi metana untuk industri migas yang dipimpin UNEP melalui IMEO, dengan lima tingkat pelaporan yang makin akurat.

Apa itu Gold Standard OGMP 2.0?

Gold Standard diberikan kepada anggota yang berkomitmen mencapai pelaporan berbasis pengukuran (Level 4 atau 5) dalam 3 tahun untuk aset yang dioperasikan dan 5 tahun untuk aset non-operasi.

Kapan batas waktu pelaporan OGMP?

Anggota melaporkan emisi metana setiap tahun. Jalur Gold Standard menetapkan target mencapai Level 4 atau 5 dalam 3 tahun (operasi) dan 5 tahun (non-operasi) sejak bergabung.

Bagaimana drone membantu kepatuhan OGMP 2.0?

Drone dengan sensor TDLAS mengukur konsentrasi metana langsung di lapangan, sehingga menghasilkan data berbasis pengukuran untuk pelaporan Level 4 dan 5.

Hubungi tim Halo Robotics untuk konsultasi.

Baca juga: Kepatuhan OGMP 2.0 Gold Standard dengan Drone TDLAS & DJI Dock 3 dan Solusi Pemantauan Metana Berbasis Drone.

aisyah image
Aisyah Ayu Winandri

Aisyah is a Content Marketing Officer at Halo Robotics with over five years of international experience across Azerbaijan, Indonesia, Japan, and Russia. She leverages her global perspective and expertise in cultural storytelling to transform complex commercial drone and robotics technology into compelling narratives, highlighting how these enterprise solutions drive safety, efficiency, and industrial growth.

Halo Robotics Download Compro

Please kindly provide your contact information, and we will be happy to send you the Companyย Profile.

Download Market Report

Please fill out this form to download Survey & Mapping Market Report 2026

Download Market Report

Please fill out this form to download Digital Twin & BIM Market Report 2026

Download Market Report

Please fill out this form to download Automated Drone Systems Market Report 2026

Contact Us

Please fill out this form.

Download Market Report

Please fill out this form to download Inspection & Asset Management Market Report 2026

Welcome to Halo Robotics

Button WA