DJI Agras T30: Membasmi 98% Hama dengan Sekali Penyemprotan

Anda mungkin pernah mendengar jenis-jenis durian Thailand, khususnya masyarakat Indonesia yang sudah tidak asing lagi mendengar โDurian Monthongโ ya jenis durian itu dari Thailand, termasuk jenis Kradumthong dan Puang Manee dan ada 234 jenis durian lainnya. Menurut statistik resmi, Thailand menghasilkan durian sebesar 1.288.600 ton pada tahun 2021.
Namun, mengelola kebun durian bukanlah pekerjaan mudah. Karena pohon durian biasanya tinggi dan subur, penyemprotan agrokimia manual untuk pengendalian hama dan penyakit, nyatanya tidak terlalu efisien dan tidak dapat mengcover bagian atas pohon. Selain itu, pandemi COVID-19 dan kekurangan operator dalam beberapa tahun terakhir juga menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik kebun.
Pada artikel ini kami akan menjelaskan contoh studi kasus di Thailand bagaimana mereka menggunakan drone Pertanian dalam membasmi hama pada perkebunan durian di Thailand.
Aroon nama pemilik kebun durian seluas 4.8 hektar di Pathio, Provinsi Chumphon, Thailand. Aroon telah menggunakan drone DJI Agras T30 selama 2 tahun, dan pada bulan April 2022 Tim DJI Agriculture datang untuk mempelajari dan menguji keefektifan penggunaan drone dalam membasmi hama di perkebunan durian miliknya.
Contoh Kasus Penggunaan Drone Agriculture DJI Agras T30

Dalam tes ini, obat asli digunakan bersama dengan bahan kimia pertanian untuk pengendalian penyakit, desineksi dan regulasi pertumbuhan.
Karena pohon durian lokal itu tinggi (sekitar 7-8 meter) dan subur, kecepatan pertumbuhan yang lambat dan volume yang besar, drone sering digunakan untuk operasi untuk memastikan efektivitas pertumbuhan kebun. Setelah pengujian dan penyesuaian berkali-kali, Aroon akhirnya memutuskan untuk mengatur ketinggian menjadi 3 meter, kecepatan menjadi 1,2 m/s, dan volume per mu menjadi 10 L, untuk memastikan penetrasi pohon secara menyeluruh.
Drone Perkebunan DJI Agras T30 Membasmi 98% Hama Hanya Dengan Sekali Penyemprotan
Untuk membuat hasil tes lebih intuitif, tim DJI memilih 3 pohon secara acak dan menempatkan kertas yang peka terhadap air sebelum beroperasi (kertas ini sering digunakan untuk mengukur efek penyemprotan, kertas akan berubah menjadi biru setelah kontak dengan air). Selain itu, tim DJI memilih bagian dahan yang banyak hama sebagai perbandingan sebelum dan setelah pengoperasian menggunakan drone untuk menguji pengaruhnya.
Setelah operasi, tim DJI menemukan bahwa daunnya basah kuyup tetapi menjadi kering dalam waktu kurang dari satu menit karena suhu tinggi pada hari itu. Lalu tim DJI memeriksa kertas yang peka terhadap air tersebut dan menemukan bahwa setiap kertas ditutupi dengan titik-titik biru kecil, hal itu menunjukkan efek penyemprotan yang baik.

Jadi sebelumnya Tim DJI menemukan cabang-cabang dahan dimana ada 202 hama di cabang-cabang ini sebelum operasi, tapi hanya 3 hama yang bertahan setelah operasi penyemprotan, hal ini membuktikan efek insektisida yang baik.


Kesimpulan
Operasi ini menghadapi dua tantangan: jarak tanam yang besar antara pohon buah-buahan dan besarnya pepohonan itu sendiri.
untuk menghindari pemborosan peptisida karena jarak antar pohon yang besar, pihak Aroon memilih Fruit Tree Mode โ yaitu penyemprotan yang dilakukan terus-menerus berdasarkan manual planning selama flight route planning, membuat drone semprot langsung beroperasi di setiap baris pohon, sehingga menghindari penyemprotan di tempat yang kosong / open space.
Karena lebar mahkota yang besar, satu rute tidak dapat mengcover secara keseluruhan, oleh karena itu pemilik kebun, Aroon mengadopsi dua rute penerbangan untuk memastikan proses penetrasi tersebar secara menyeluruh dan menghasilkan efek penyemprotan yang terbaik.

Dibandingkan dengan penyemprotan manual, penyemprotan berbasis drone lebih efisien, ekonomis, dan aman. Kebun durian milik Aroon misalnya. Umumnya seseorang hanya bisa menyelesaikan area 0,8 hektar per hari di masa lalu, tapi dengan drone DJI Agras T30 anda dapat menyelesaikan area seluas 6,4 hektar perhari.
Terlebih lagi, untuk operasi manual di kebun durian dengan luas 4,8 hektar diperlukan 6 tangki (1.000 L/tangki obat-obatan pembasmi hama) dengan biaya tenaga kerja 6.000 baht atau Rp 2.430.102,94, dimana jika penyemprotan dilakukan 50x setahun, biaya yang dikeluarkan 300.000 baht atau Rp. 121.505.146,77. Bagaimanapun operasi berbasis drone dapat menghemat biaya tenaga kerja.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Halo Robotics: Distributor DJI Agriculture Resmi, Indonesia
Email: sales@halorobotics.com
WhatsApp: +62811-1909-0099
For more information, visit our:
Website : https://halorobotics.com/
Online Store : https://halorobotics.com/shop/
Facebook : https://www.facebook.com/halorobotics/
Instagram : https://www.instagram.com/halorobotics/
LinkedIn : www.linkedin.com/company/halo-robotics
YouTube : https://www.youtube.com/halorobotics

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.