Thermal drone dan anti-drone kini menjadi fondasi utama dalam modernisasi sistem Security & Defense, khususnya untuk pengamanan area strategis, deteksi ancaman, patroli jarak jauh, dan pencegahan aktivitas ilegal. Dengan kombinasi thermal drone, AI detection, long-range zoom, serta automated docking, Halo Robotics mendukung penerapan sistem keamanan yang jauh lebih cepat, presisi, dan responsif dibanding metode manual. Tiga studi kasus berikut menunjukkan dampak nyata transformasi drone, khususnya thermal drone dan sistem anti-drone—dalam operasi keamanan dan pertahanan di lapangan.
1. PLTU Tanjung Jati – Counter-Drone & Anti-Drone Protection
Problem
PLTU Tanjung Jati menghadapi risiko drone tidak berizin yang dapat mengganggu area pembangkit. Selain ancaman udara, area vital juga membutuhkan pengawasan darat dan perimeter yang efektif menggunakan thermal drone untuk deteksi dini aktivitas mencurigakan.
Solution
PLTU menerapkan anti-drone system Skyfend SFL100, bagian dari counter drone systems, yang menggabungkan radar, RF scanner, dan jamming directional. Sistem digunakan untuk mendeteksi–melacak–mengidentifikasi–memitigasi ancaman drone di zona terbatas, memberikan perlindungan udara komprehensif untuk aset vital.
Outcome
- Deteksi drone hingga radius beberapa kilometer melalui RF signature.
- Identifikasi tipe drone dan lokasi operator secara real-time.
- Jamming directional menghentikan intruder secara terkontrol.
- Perlindungan penuh untuk area pembangkit berisiko tinggi.

Hasil Deteksi Jumlah Drone (Real Time)
2. Pertamina RU IV Cilacap – Automated Surveillance & Anti-Drone Protection
Problem
Pertamina RU IV Cilacap membutuhkan pengawasan otomatis 24/7 untuk mendeteksi penyusupan, potensi kebakaran, gangguan operasional, serta ancaman drone liar sehingga diperlukan integrasi counter drone systems dan patroli otomatis.
Solution
Pertamina menggunakan DJI Dock 2 + M3TD untuk patroli otomatis dengan thermal, zoom, smart track, dan streaming ke FlightHub 2, serta counter drone systems/anti-drone S1 Pro untuk deteksi dan jamming drone berbasis RF.
Outcome
- Patroli otomatis 763 m dalam 2 menit 24 detik.
- Smart Track & zoom 40× dari ketinggian 150 m.
- Laser Range Finder menjangkau 3 km.
- Thermal mendeteksi manusia/kendaraan/hotspot di gelap total.
- Zoom 80× memantau area hingga 6 km.
- Anti-Drone S1 Pro: deteksi 5–10 km, jamming 3 km.

Patroli otomatis & aktivitas deteksi drone ilegal mencapai 5-10 km.
3. PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) – Automated Security Patrol
Problem
PT BGA membutuhkan patroli keamanan otomatis 24/7 karena area kebun sawit yang luas sering mengalami pencurian dan aktivitas mencurigakan. Patroli manual tidak efektif dan sulit menjangkau area remote.
Solution
PT BGA mengimplementasikan DJI Dock 3 dan drone M4TD untuk menjalankan patroli otomatis menggunakan waypoint mission. Fitur thermal, smart track, dan AI detection digunakan untuk mendeteksi kendaraan, manusia, hingga indikasi kebakaran dengan cepat.
Outcome
- Patroli otomatis mencakup radius 12.6 km per misi.
- Smart Track & AI mendeteksi kendaraan, manusia, dan smoke hotspot.
- Zoom 108× mampu mengidentifikasi plat nomor dari jarak jauh.
- Operasi stabil siang–malam menggunakan thermal & night vision.

Patroli dengan smart track dan AI detection

Baca juga: Drone Defense untuk PLTU: Stationer vs Portable Mana yang Lebih Ampuh?

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.