Range, akurasi, dan kesesuaian lingkungan menentukan scanner yang tepat. Panduan ini membandingkan tiga handheld LiDAR scanner yang disediakan Halo Robotics pada dimensi yang benar-benar menentukan keputusan pembelian.
JAWABAN SINGKAT
Tidak ada satu handheld scanner yang terbaik untuk setiap pekerjaan. Pilihan yang tepat bergantung pada di mana pekerjaan berlangsung dan akurasi apa yang dibutuhkan deliverable. Scanner yang dibangun untuk survey outdoor dengan akurasi absolut terlalu berlebihan untuk as-built indoor yang singkat, dan unit ultra-portabel untuk interior sempit tidak akan menandingi scanner 300 m di fasilitas besar. Panduan ini membandingkan tiga scanner yang disediakan Halo Robotics, yaitu Share S100-32 PRO, CHC Navigation RS10, dan XGRIDS Lixel L2 Pro, pada dimensi yang benar-benar menentukan keputusan pembelian.
Apa yang dilakukan SLAM scanner, dan mengapa penting
Handheld SLAM scanner membangun point cloud 3D sambil melacak posisinya sendiri, menggunakan LiDAR yang dikombinasikan dengan sensor inersia dan visual sebagai pengganti GPS. SLAM adalah singkatan dari Simultaneous Localization and Mapping. Operator berjalan menyusuri ruang dan perangkat menghasilkan point cloud secara real time. Inilah alasan handheld scanner menjadi alat standar untuk pekerjaan indoor, bawah tanah, terowongan, confined space, dan as-built. Pada lingkungan tersebut sinyal GNSS terhalang, dan total station atau GNSS rover tidak dapat beroperasi secara efisien.
Akurasi SLAM bersifat relatif, dan ini perlu dipahami sejak awal. Scan pure-SLAM sedikit melenceng seiring jarak kecuali dibatasi oleh control point atau diikat ke GNSS. Scanner yang menambahkan RTK GNSS atau positioning hybrid menutup celah tersebut dan menghasilkan akurasi absolut, yang penting ketika deliverable harus terdaftar ke sistem koordinat.
Dimensi Yang Menentukan Keputusan Pembelian
Enam faktor membedakan scanner ini dalam praktik.
|
Range
Seberapa jauh LiDAR menjangkau menentukan seberapa efisien scanner mencakup ruang besar atau terbuka. Scanner 40 m cukup untuk ruangan dan struktur kecil. Scanner 300 m mencakup eksterior bangunan, fasilitas besar, dan lokasi outdoor terbuka dalam satu kali jalan. |
Akurasi, relatif dan absolut
Akurasi relatif menggambarkan konsistensi internal point cloud. Akurasi absolut menggambarkan seberapa baik data terdaftar ke koordinat dunia nyata. Deliverable survey outdoor biasanya memerlukan akurasi absolut. As-built indoor dan perhitungan volume sering hanya memerlukan akurasi relatif. |
|
Scan rate dan channel
Jumlah titik per detik dan jumlah channel LiDAR mengatur kepadatan point cloud dan kecepatan capture. Rate yang lebih tinggi menghasilkan point cloud yang lebih padat dan cakupan yang lebih cepat. |
Bobot dan portabilitas
Scanner yang dibawa berjam-jam, naik tangga, atau melewati confined space adalah alat yang berbeda dari yang digunakan untuk perjalanan outdoor singkat. Bobot adalah biaya operasional. |
|
Colorization dan output
Kamera onboard menambahkan warna RGB ke point cloud dan, pada sebagian unit, rekonstruksi photoreal. Format output menentukan seberapa rapi data mengalir ke CAD, BIM, dan platform 3D. |
Kesesuaian lingkungan
Kesesuaian indoor, outdoor, bawah tanah, dan confined space adalah faktor penentu. Sesuaikan scanner dengan tempat pekerjaan berlangsung. |
Perbandingan Tiga Scanner Terbaik 2026
Share S100-32 PRO adalah handheld SLAM scanner 32-channel yang dibangun untuk capture padat pada jarak jauh. Scanner ini menjangkau hingga 300 m, menangkap hingga 640.000 titik per detik, dan menjaga akurasi relatif sekitar 1 cm dengan akurasi absolut hingga sekitar 5 cm saat menggunakan RTK. Empat kamera wide-angle 20 MP menyediakan colorization point cloud. Pada bobot sekitar 2,3 kg dengan runtime sekitar 180 menit, scanner ini cocok untuk pekerjaan yang memprioritaskan capture padat dan jarak jauh di lingkungan indoor dan outdoor, seperti arsitektur, dokumentasi as-built, dan lokasi industri.

CHC Navigation RS10 adalah handheld scanner 16-channel yang memadukan SLAM dengan GNSS RTK. Pendekatan hybrid adalah pembedanya. Scanner ini menghasilkan akurasi absolut di bawah 5 cm, dan hingga sekitar 3 cm pada model 300 m, sambil menjaga akurasi relatif di bawah 1 cm, dan menangkap data berreferensi absolut di outdoor dan indoor dalam satu kali jalan berkelanjutan. Pada bobot sekitar 1,7 hingga 1,9 kg dengan baterai hot-swap dan kamera HD untuk colorization, scanner ini dibangun untuk deliverable survey yang harus terdaftar ke sistem koordinat.

XGRIDS Lixel L2 Pro menangkap 640.000 titik per detik dengan varian 16-channel (120 m) atau 32-channel (300 m), menjaga akurasi relatif sekitar 1 hingga 2 cm dan akurasi absolut di bawah 3 cm. Fitur pembedanya adalah 3D Gaussian Splatting native dan output plugin BIM langsung, yang menghasilkan rekonstruksi photoreal bersama point cloud. Kamera panoramic ganda 48 MP, proteksi IP54, dan bobot sekitar 1,7 kg membuatnya cocok untuk eksterior bangunan besar, infrastruktur, dan proyek apa pun yang memerlukan deliverable photoreal.

Untuk interior sempit dan ruang kecil di mana bobot menjadi kendala, XGRIDS LixelKity K1 layak dipertimbangkan. Beratnya di bawah 1,2 kg, menangkap 320.000 titik per detik, menjaga akurasi relatif sekitar 1,2 cm, dan menjangkau sekitar 40 m. Ini adalah opsi ringan ketika range dan akurasi absolut tidak sepenting kelincahan.
Perbandingan spesifikasi
| Faktor | Share S100-32 PRO | CHC Nav RS10 | XGRIDS Lixel L2 Pro |
|---|---|---|---|
| Channel LiDAR | 32 | 16 | 16 atau 32 |
| Range | hingga 300 m | varian 120 m / 300 m | varian 120 m / 300 m |
| Scan rate | hingga 640.000 titik/detik | tinggi (hybrid SLAM + RTK) | 640.000 titik/detik |
| Akurasi relatif | ~1 cm | <1 cm | ~1 hingga 2 cm |
| Akurasi absolut | ~5 cm (RTK) | <5 cm (โ3 cm pada 300 m) | <3 cm |
| Positioning | SLAM + RTK | hybrid SLAM + GNSS RTK | SLAM (+ RTK pada model terbaru) |
| Colorization | 4ร kamera 20 MP | kamera HD | panoramic ganda 48 MP |
| Output unggulan | point cloud padat jarak jauh | capture satu kali jalan berreferensi absolut | 3D Gaussian Splatting + BIM |
| Bobot | ~2,3 kg | ~1,7 hingga 1,9 kg | ~1,7 kg |
| Lingkungan paling sesuai | indoor/outdoor campuran, industri | survey absolut outdoor + indoor | eksterior bangunan, photoreal |
Spesifikasi bersifat indikatif per Juni 2026. Konfirmasi terhadap datasheet manufacturer terbaru sebelum pembelian.
Spesifikasi bersifat indikatif per Juni 2026. Konfirmasi terhadap datasheet manufacturer terbaru sebelum pembelian.
Scanner Mana Untuk Proyek Apa
1. Bawah Tanah dan Confined Space
Range tidak sepenting keandalan di lingkungan tanpa GPS. SLAM scanner yang tersegel baik dan andal menangkap rongga, terowongan, dan struktur tertutup. Untuk rongga tambang dan area kerja tidak terjangkau yang tidak dapat dimasuki operator dengan aman, drone confined-space seperti Flyability Elios 3 membawa LiDAR sebagai gantinya. Lihat bagian bawah tanah pada halaman Solusi Survey & Pemetaan.
2. Survey Outdoor dengan Akurasi Absolut
Ketika point cloud harus terdaftar ke sistem koordinat di seluruh terrain outdoor, pendekatan hybrid SLAM dan GNSS dari CHC Navigation RS10 adalah pilihan yang tepat.
3. Fasilitas Besar dan Lokasi Indoor/Outdoor Campuran
Range jauh dan point rate tinggi Share S100-32 PRO mencakup area secara efisien dalam satu scanner.
4. Arsitektur, BIM, dan Deliverable Photoreal
XGRIDS Lixel L2 Pro menambahkan 3D Gaussian Splatting dan output BIM langsung untuk proyek yang memerlukan model photoreal.
5. Interior Sempit dan As-Built Cepat
XGRIDS LixelKity K1 yang kompak mengutamakan kelincahan dibanding range.
Bagaimana Halo Robotics menentukan pilihan
Halo Robotics menyediakan beberapa merek dan form factor handheld scanner, dan merekomendasikan scanner yang sesuai dengan aplikasi alih-alih mengandalkan satu merek. Keputusan dimulai dari lingkungan dan akurasi yang dibutuhkan deliverable, lalu menimbang range, point rate, portabilitas, dan format output. Halo Robotics adalah penyedia layanan drone industri terkemuka di Indonesia dan DJI Enterprise S-Level Dealer. Halo Robotics menyediakan solusi survey dan pemetaan lengkap mencakup drone, sensor, software, dan layanan, dari hardware akuisisi hingga analitik Terrasolid, Strayos, dan Nira. Pilihan scanner menyesuaikan dengan alur kerja pemrosesan dan pengiriman yang mengikutinya.
Diskusikan scanner yang tepat untuk proyek
Jelaskan lokasi, target akurasi, dan deliverable, dan tim teknis Halo Robotics akan merekomendasikan scanner dan alur kerja pemrosesan yang sesuai.

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.