FlightHub 2 On-Premise menjamin keamanan data operasi drone enterprise. Seiring meningkatnya pemanfaatan drone enterprise di berbagai sektor, kebutuhan akan pengelolaan data yang aman semakin mendesak. Data drone bukan sekadar foto atau video, melainkan mencakup peta 2D/3D, citra multispektral, hingga informasi infrastruktur vital. Bila data ini tersimpan di server cloud publik, risikonya adalah kebocoran informasi, serangan siber, hingga pelanggaran regulasi.
Tantangan ini paling nyata dirasakan oleh industri strategis seperti energi, pertambangan, minyak & gas, maupun sektor pertahanan. Bagi mereka, kerahasiaan data bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menyangkut kepatuhan hukum dan keberlangsungan bisnis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, DJI menghadirkan FlightHub 2 On-Premise, solusi software yang memungkinkan perusahaan menjalankan manajemen drone langsung di server internal atau private cloud milik sendiri.
Sebagai distributor resmi DJI Enterprise, Halo Robotics menghadirkan Platform manajemen drone on-premise ini di Indonesia, sekaligus mendukung transformasi digital perusahaan dengan standar keamanan data tertinggi.
Solusi FlightHub 2 On-Premise

Sebelum hadirnya FlightHub 2 On-Premise, banyak perusahaan mengandalkan layanan cloud publik untuk menyimpan data drone. Namun, cara ini menyisakan berbagai masalah serius:
- Risiko keamanan data – informasi strategis bisa diretas atau diakses pihak luar.
- Kontrol terbatas – perusahaan tidak sepenuhnya menentukan siapa yang berhak mengakses data.
- Pelanggaran regulasi – beberapa sektor mewajibkan data sensitif disimpan di dalam negeri.
- Integrasi terbatas – sulit menghubungkan cloud publik dengan sistem internal perusahaan.
Dengan FlightHub 2 versi On-Premise, semua masalah tersebut bisa diatasi. Sistem ini memastikan data operasional drone tetap berada di server internal atau private cloud perusahaan. Hasilnya, perusahaan memperoleh:
- Privatisasi data penuh – tidak ada informasi yang keluar ke server eksternal.
- Kontrol menyeluruh – perusahaan bisa mengatur akses data sesuai struktur organisasi.
- Kesesuaian regulasi – mendukung kepatuhan terhadap aturan nasional maupun standar industri internasional.
- Kinerja optimal – pengolahan data dilakukan secara lokal sehingga lebih cepat dan stabil.
Perbandingan FlightHub 2 (Cloud) vs FlightHub 2 On-Premise
| Aspek Utama | FlightHub 2 (Cloud) | FlightHub 2 On-Premise |
|---|---|---|
| Penyimpanan & Keamanan Data | Data disimpan di server cloud DJI (AWS/Alibaba). Keamanan mengikuti standar global, tetapi data tetap keluar dari infrastruktur perusahaan. | Data disimpan di server internal atau private cloud perusahaan. Memberikan kontrol penuh dan privatisasi total terhadap informasi sensitif. |
| Deployment | Berbasis SaaS (Software as a Service), mudah digunakan cukup dengan pendaftaran online. | Instalasi lokal via LAN, Docker, atau private cloud. Cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan data privacy tinggi. |
| Integrasi & Otentikasi | Terbatas pada ekosistem DJI. | Mendukung OpenAPI, MQTT Bridge, OAuth 2.0, dan integrasi dengan sistem internal perusahaan. |
| Streaming & Mapping Offline | Membutuhkan internet untuk live streaming dan pemetaan. | Mendukung bypass streaming hingga 20 channel, real-time 2D mapping, serta pemrosesan 3D, LiDAR, dan multispektral secara offline. |
| Kontrol Akses & Manajemen Akun | Menggunakan akun DJI standar tanpa fleksibilitas penuh. | Mendukung multi-level access control, sesuai struktur organisasi perusahaan. |
| Kepatuhan Regulasi (Compliance) | Lebih sulit memenuhi regulasi yang mewajibkan data disimpan lokal. | Mendukung kepatuhan terhadap regulasi nasional dan standar industri terkait keamanan dan privasi data. |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa flighthub 2 versi on-premise ini lebih unggul dalam aspek privasi, compliance, dan kontrol penuh, menjadikannya solusi tepat bagi perusahaan yang beroperasi di sektor-sektor kritis.
Kesimpulan
FlightHub 2 On-Premise adalah solusi terbaik untuk menjaga keamanan data operasi drone enterprise. Dengan privatisasi data, kontrol penuh, serta dukungan compliance terhadap regulasi nasional, platform ini memberikan perlindungan menyeluruh bagi perusahaan di sektor strategis.
Halo Robotics sebagai distributor resmi DJI Enterprise di Indonesia siap mendukung perusahaan dalam mengadopsi FlightHub 2 On-Premise, mulai dari konsultasi teknis, sertifikasi resmi, hingga demo langsung di lokasi Anda, Gratis!
Baca juga: Digital Twin untuk Asset Management Kini Bisa Diakses Lewat Web

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.



