DJI Terra kembali hadir dengan pembaruan besar yang merevolusi cara kita memproses data udara, khususnya untuk pemodelan 3D, survei, dan inspeksi. Sejak versi 4.4 yang dirilis pada Maret 2025 hingga versi terbaru 5.0.1 di bulan Juli, DJI Terra membawa sederet fitur baru yang menjadikannya salah satu software pemetaan paling canggih di pasar—termasuk Gaussian Splatting, Smart 3D Capture, dan dukungan PPK untuk Matrice 4E.
Apa yang Baru di DJI Terra?
1. Gaussian Splatting: Pemodelan 3D yang Lebih Realistis
Salah satu terobosan terbesar di versi 4.4 adalah hadirnya Gaussian Splatting, metode rekonstruksi 3D generasi baru yang menghasilkan visual jauh lebih realistis dibanding mesh polygon tradisional.
- Dapat menangkap detail halus seperti vegetasi, fasad bangunan, dan struktur transparan
- Proses lebih cepat tanpa perlu triangulasi rumit
- Cocok untuk visualisasi kota, desain arsitektur, dan digital twin
Dengan Gaussian Splatting, hasil pemodelan bukan hanya akurat secara teknis, tapi juga jauh lebih estetis dan mudah dianalisis oleh tim di lapangan maupun stakeholder non-teknis.
2. Smart 3D Capture: Rekam Sudut Tersulit dengan Mudah
Fitur DJI Terra ini secara otomatis merencanakan jalur terbang drone untuk menangkap sisi-sisi miring, struktur vertikal dan area yang biasanya luput dari pemodelan 3D standar.
- Pemodelan objek vertikal seperti dinding gedung, menara, hingga tangki industri menjadi lebih presisi
- Lebih sedikit misi pengulangan
- Hemat waktu dan baterai
Dipadukan dengan drone seperti Matrice 4E, Smart 3D Capture menghadirkan hasil yang presisi tinggi dalam waktu lebih efisien.

3. PPK Integration: Akurasi Tanpa RTK Real-Time
DJI Terra kini mendukung Post-Processing Kinematic (PPK), yang memungkinkan pengguna memperoleh akurasi centi-level tanpa koneksi RTK selama penerbangan.
- Lebih fleksibel di lokasi tanpa sinyal jaringan
- Memungkinkan pengumpulan data lebih cepat
- Akurasi tinggi setelah penerbangan, cukup dengan mengimpor data koreksi
4. Terintegrasi langsung dengan DJI Modify
Setelah model selesai diproses di DJI Terra, kini pengguna bisa langsung mengedit model di DJI Modify. Tanpa perlu ekspor-impor manual, proses revisi dan anotasi bisa dilakukan lebih cepat, termasuk:
- Menghapus noise yang tak diinginkan
- Menghapus objek yang tidak relevan
- Menambahkan anotasi/penanda
- Menyederhanakan model untuk visualisasi yang lebih ringan
Proses ini mempercepat workflow dari pemrosesan ke analisis.
5. Perubahan di Versi 5.0: Flight Planning Kini Terbatas
Mulai versi 5.0.0, DJI Terra tidak lagi mendukung perencanaan misi mapping selain untuk kebutuhan inspeksi dan pertanian. Untuk misi pemetaan umum, pengguna disarankan memakai:
- Versi lama (4.x), atau
- Software perencanaan misi seperti DJI Pilot 2 atau FlightHub 2
Kebijakan ini menunjukkan fokus DJI Terra sebagai software pemrosesan data, bukan lagi tools perencanaan penerbangan.
Siapa yang diuntungkan dari update DJI Terra versi ini?
- Tim survei & konstruksi: lebih cepat dapat model akurat meski di area tanpa sinyal
- Pengguna Matrice 4E atau Zenmuse L2: langsung kompatibel dengan fitur-fitur terbaru
- Inspektur struktur atau pemodel 3D: bisa menghasilkan detail realistis dalam waktu singkat
- Developer & GIS Analyst: manfaatkan output Gaussian Splatting untuk simulasi atau visualisasi lanjutan
Tips Menggunakan DJI Terra 5.0.1
- Gunakan GPU RTX series (2070 ke atas) dan RAM 64GB untuk pemrosesan Gaussian Splatting dengan lancar
- Pastikan firmware drone & payload Anda sudah update agar kompatibel
- Untuk output mesh tradisional, fitur lama tetap tersedia (OBJ, PLY, FBX dll.)
Kesimpulan

DJI Terra versi terbaru bukan hanya sekadar software pemetaan. Dengan Gaussian Splatting, Smart Capture, dan dukungan PPK, Terra menjelma menjadi solusi pemodelan 3D yang cepat, presisi, dan fleksibel—cocok untuk berbagai sektor mulai dari survei teknis, inspeksi infrastruktur, hingga rekonstruksi digital.
Sebagai distributor resmi DJI Enterprise di Indonesia, Halo Robotics siap mendukung Anda dalam menerapkan teknologi DJI Terra secara optimal, termasuk melalui demo drone gratis untuk menunjukkan alur kerja pemetaan 3D secara langsung, serta pelatihan penggunaan software dan perangkatnya.
Hubungi kami untuk menjadwalkan demo atau mendapatkan informasi lebih lanjut.
Baca juga: LiDAR Sensor L2: Sensor Unggulan untuk Inspeksi Power Line

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.