Penerapan Anjing Robot dan Humanoid Robot dalam operasi industri semakin relevan di Indonesia, khususnya untuk meningkatkan keselamatan kerja, konsistensi inspeksi, dan efisiensi operasional di lingkungan berisiko tinggi. Industri seperti Migas, Ketenagalistrikan, dan Manufaktur beroperasi 24/7 dengan tantangan keselamatan, keterbatasan manpower, serta kebutuhan monitoring yang kontinu. Melalui studi kasus berikut, terlihat bagaimana kombinasi Anjing Robot A2 dan Humanoid Robot G1, dan R1—digunakan secara nyata untuk mendukung operasi industri secara aman, terukur, dan efisien.
1. Anjing Robot A2 untuk Operasi Kilang Migas
Problem
Fasilitas kilang Migas di Indonesia beroperasi tanpa henti dengan tingkat risiko tinggi akibat panas ekstrem, tekanan tinggi, dan potensi kebocoran fluida. Inspeksi manual yang dilakukan secara rutin meningkatkan eksposur keselamatan pekerja dan sulit ditingkatkan frekuensinya tanpa menambah risiko HSE, terutama jika dibandingkan dengan opsi otomasi seperti Humanoid Robot dan Anjing Robot.
Solution
Unitree A2 diterapkan sebagai Anjing Robot untuk patroli otonom di area proses dan utilitas kilang. Anjing Robot ini bergerak mengikuti jalur inspeksi secara mandiri, memantau kondisi fasilitas, serta mengirimkan data visual secara real-time ke ruang kontrol pusat tanpa kehadiran personel di lapangan.
Outcome
- Kecepatan gerak hingga ±2,5 m/s memungkinkan cakupan area kilang lebih luas
- Anjing Robot mampu beroperasi mandiri hingga ±2 jam per siklus baterai untuk patroli rutin
- Mampu melewati rintangan fasilitas hingga ±20 cm
- Frekuensi pemantauan meningkat 2–3× dengan penurunan risiko keselamatan pekerja

2. Humanoid Robot G1 untuk Operasi Ketenagalistrikan
Problem
Operasi pembangkit listrik berjalan 24/7 dengan banyak area kritikal yang memerlukan inspeksi presisi dan interaksi langsung dengan peralatan bertegangan. Inspeksi manual di area ini meningkatkan risiko paparan keselamatan serta membatasi konsistensi pemeriksaan.
Solution
Humanoid Robot Unitree G1 digunakan untuk membantu inspeksi teknis dan tugas fisik ringan. Dengan kemampuan navigasi presisi dan tangan dexterous, Humanoid Robot ini dapat mendekati panel listrik, memeriksa indikator operasional, serta berinteraksi dengan komponen sederhana sesuai prosedur keselamatan.
Outcome
- Mobilitas hingga ±2 m/s untuk area fasilitas berskala besar
- 3D LiDAR & depth camera mendukung navigasi presisi di area kompleks
- Dexterous hand untuk interaksi panel dan komponen sederhana
- Torsi sendi hingga ±120 Nm menjaga stabilitas kerja

3. Humanoid Robot R1 untuk Operasi Pabrik Otomotif
Problem
Pabrik otomotif memiliki aktivitas berulang seperti inspeksi visual, monitoring area produksi, dan dokumentasi kondisi fasilitas. Ketergantungan pada inspeksi manual membuat konsistensi sulit dijaga dan meningkatkan beban kerja operasional.
Solution
Unitree R1 diterapkan sebagai Humanoid Robot ringan untuk operasi indoor di lingkungan manufaktur. Huumanoid Robot ini menjalankan inspeksi visual rutin, memantau area produksi, serta mendokumentasikan kondisi fasilitas secara konsisten tanpa ketergantungan penuh pada manpower.
Outcome
- R1 memiliki bobot ringan ±25 kg aman untuk lingkungan produksi indoor
- 24+ derajat kebebasan mendukung pergerakan menyerupai manusia
- Kamera binocular & sensor audio untuk inspeksi visual area kerja
- Operasi mandiri ±1 jam untuk tugas inspeksi rutin.

Baca Juga: 3 Studi Kasus Artificial Intelligence Berbasis Drone AI

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.