Drone pemetaan pertambangan kini menjadi elemen penting dalam transformasi digital sektor pertambangan. Teknologi ini memungkinkan perusahaan melakukan pemetaan tambang, perhitungan volume stockpile, haul road analysis, hingga pengamanan area dengan jauh lebih cepat, aman, dan akurat. Tiga studi kasus berikut menunjukkan bagaimana adopsi drone menghasilkan peningkatan efisiensi operasional secara nyata.
1. PT Timah Tbk (Perhitungan Volume Stockpile)
Problem
PT Timah Tbk membutuhkan drone pemetaan pertambangan untuk memetakan area tambang yang sangat luas (217.4 Ha) sekaligus memantau potensi illegal mining di IUP yang tersebar dan sulit dijangkau. Metode survei manual tidak mampu menyediakan data presisi untuk analisis permukaan, pemetaan area, dan perhitungan volume stockpile secara rutin.
Solution
PT Timah mengimplementasikan drone pemetaan pertambangan DJI Matrice 4 Enterprise untuk memetakan area seluas 217.4 Ha menggunakan fitur Smart Oblique dan Terrain Follow. Data fotogrametri dari drone pemetaan pertambangan ini menghasilkan orthomosaic dan 3D surface model yang akurat untuk perhitungan volume stockpile dan analisis kontur. Untuk keamanan, digunakan DJI Matrice 4 Thermal sebagai bagian dari sistem monitoring area tambang siang–malam.
Outcome
- 217.4 Ha tersurvei dalam 38 menit (2 flight)
- Orthomosaic resolusi tinggi dan rekonstruksi 3D akurat
- Perhitungan volume stockpile seluas 1.227,49 m³
- Deteksi cepat aktivitas illegal mining

Orthomosaic, Perhitungan Volume Stockpile, Monitoring Ponton & Perahu Ilegal
2. Nickel Mining (LiDAR Mapping & Accuracy Assessment)
Problem
Sebuah perusahaan tambang nikel besar yang juga merupakan client terbesar kami membutuhkan pemetaan pit yang cepat dan sangat akurat. Perubahan kontur harian sulit diikuti melalui survei manual, sehingga diperlukan data presisi untuk analisis lereng, progres penambangan, dan perhitungan volume.
Solution
Perusahaan menggunakan DJI Matrice 300 RTK dengan LiDAR Zenmuse L2 untuk melakukan pemetaan otomatis pada tiga area pit. Data diambil dengan terrain-follow flight, diproses di DJI Terra dan Terrasolid untuk menghasilkan point cloud terkalibrasi, DTM/DSM, analisis lereng, dan volumetrik.
Outcome
- Akuisisi cepat: 11–23.7 Ha selesai dalam 5–16 menit
- Akurasi tinggi: RMSE XY <5 cm, Z <3 cm (terbang dari ketinggian 120 m)
- Data lengkap untuk DTM/DSM, lereng, dan volume
- Perubahan pit dapat dimodelkan ulang dalam hitungan menit

Pit 1 With Difference Time Aquitition, Pit 1 With Difference Altitude, Pit 3 & 4 High Covered Vegetation
3. PT BUMA (Automated Monitoring)
Problem
PT BUMA menghadapi tantangan memantau area tambang yang luas dengan metode manual yang lambat, tidak konsisten, dan terkendala cuaca serta medan. Perusahaan membutuhkan Automated Schedule Drone Mapping, Haul Road Management yang baik, serta deteksi Pothole/Crack Detection untuk memperoleh data lapangan yang akurat dan real-time.
Solution
PT BUMA mengimplementasikan DJI Dock 3 untuk menjalankan misi otomatis, termasuk autonomous BVLOS mapping dan haul road analysis menggunakan Strayos AI Software. Sistem mendeteksi secara otomatis pothole, crack, dan perubahan kondisi jalan langsung dari command center tanpa perlu pilot di lapangan.
Outcome
- Pemetaan otomatis 68 Ha + 180 Ha + 30 Ha
- Akurasi 1.1 cm horizontal & 5 cm vertikal
- Analisis haul road otomatis (grade, crossfall, berm, width)
- Analisis pothole/kerusakan jalan terdeteksi real-time melalui AI

Haul Road Analysis & Haul Road Pothole Detection

Baca juga: DJI Obstacle Sensing Module untuk Inspeksi Tower SUTET

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.