DJI Drone dan DJI Terra adalah solusi inovatif yang kini menjadi pilihan utama bagi banyak profesional di industri pertambangan dan konstruksi untuk mengukur stockpile secara akurat. Pengukuran stockpile yang salah sering menjadi penyebab kerugian besar, seperti kesalahan perhitungan volume material, suplai yang kurang, atau bahkan biaya tambahan untuk pengolahan ulang data. Dengan DJI Drone yang canggih dan didukung oleh drone surveying software DJI Terra, masalah ini dapat teratasi dengan mudah. Tidak hanya itu, melalui Halo Robotics sebagai distributor resmi DJI Enterprise di Indonesia, Anda dapat memastikan akses ke dukungan teknis dan layanan terbaik untuk perangkat ini.
Mengapa Pengukuran Stockpile yang Akurat Itu Penting?
Dalam industri pertambangan dan konstruksi, stockpile menyimpan material seperti pasir, batu, dan mineral berharga. Akurasi pengukuran stockpile sangat penting untuk mengoptimalkan logistik, memastikan kelancaran operasi, serta memenuhi standart regulasi. Teknik konvensional menggunakan alat ukur manual, seperti total station atau survei GPS, sering kali memakan banyak waktu, tenaga, dan tidak sepenuhnya akurat, terutama di area yang sulit dijangkau.
DJI Drone yang dirancang khusus untuk survei dan pemetaan, menyediakan solusi lebih cepat, aman, dan hemat biaya dengan kombinasi perangkat keras mutakhir dan software DJI Terra. Teknologi ini memungkinkan tim survei untuk menghasilkan model digital 3D yang presisi hanya dalam waktu singkat.
Memulai dengan DJI Drone dan DJI Terra
Untuk menggunakan DJI Drone dan DJI Terra dalam pengukuran stockpile, prosesnya sangat sederhana. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda ikuti:
1. Persiapan Awal
- Pilih drone yang tepat seperti DJI M400 dengan sensor DJI Zenmuse P1 atau langsung dengan DJI Matrice 4 Enterprise. Drone ini dilengkapi dengan kemampuan RTK (Real-Time Kinematic) yang memberikan akurasi data hingga tingkat sentimeter.
- Pastikan firmware drone selalu diperbarui dan kalibrasi telah dilakukan untuk komponen seperti kompas, IMU, dan gimbal.

2. Pengaturan Misi di DJI Terra
- Kalau mau hitung volume stockpile, cara paling gampang adalah bikin misi pemetaan otomatis. Buka aplikasi DJI Pilot 2 di remote, lalu pilih menu Flight Route di kanan layar. Setelah itu, klik Create a Route, dan pilih opsi Mapping.

- Pastikan remote-nya tersambung ke internet, lalu cari lokasi kerja Anda di peta. Pilih kamera yang mau dipakai, dan sistem akan langsung bikin rute otomatis. Tinggal geser titik-titik putih di pinggir area (poligon) buat menyesuaikan area yang mau dipetakan.

- Setelah area udah oke, atur beberapa setting. Matikan Smart Oblique karena untuk stockpile, fotonya harus dari atas langsung (NADIR). Kalau lokasi Anda naik-turun (berbukit), aktifkan Terrain Follow. DJI M4E sudah bisa pakai fitur Real-Time Terrain Follow, atau Anda bisa masukin data DSM juga.
- Selanjutnya atur ketinggian terbang. Biasanya, 76 meter udah pas untuk stockpile. Terlalu tinggi bikin GCP susah kelihatan, tapi terlalu rendah bikin waktu terbang lebih lama. Untungnya, M4E bisa terbang sampai 49 menit, jadi kalau lahannya kecil (di bawah 8 hektar), boleh aja terbang lebih rendah biar gambarnya makin tajam.
- Matikan Elevation Optimization, karena kita cuma butuh gambar dari atas (NADIR).

- Di Advanced Settings, Anda bisa atur tingkat tumpang-tindih gambar. Standarnya udah bagus kok: 70% samping, 80% depan. Biarkan aja seperti itu.
- Kalau semua setting udah siap, tinggal simpan misinya, lalu klik Play buat mulai. Nanti akan muncul checklist sebelum terbang untuk dicek terakhir.
3. Pengumpulan Data dengan DJI Drone
Di halaman kedua checklist, Anda bisa atur kamera. Buat yang baru mulai, pakai Auto aja dulu. Tapi kalau hasil fotonya gelap atau blur, pindah ke Manual (M), atur shutter speed ke minimal 1/1000, dan matikan Dewarping. Shutter 1/1000 ini biar gambar nggak blur waktu drone gerak. Kalau masih terlalu gelap, bisa naikin ISO waktu terbang.

Kalau semua udah oke, langsung terbang aja dan mulai ambil data!
4. Proses data di DJI Terra
Setelah lokasi selesai dipetakan, saatnya proses datanya. Caranya:
- Cabut microSD dari drone, lalu colok ke laptop/PC Anda
- Buka aplikasi DJI Terra, yaitu software khusus dari DJI untuk pengolahan foto (photogrammetry).
- Masuk ke tab Reconstruction, lalu klik New Mission di pojok kiri bawah.
- Pilih Visible Light untuk mulai proyek baru.

- Untuk impor foto, klik ikon folder di kanan atas, lalu pilih folder tempat gambar-gambar drone disimpan. Kalau Anda pakai Ground Control Point (GCP) atau Checkpoint di lapangan, Anda bisa pakai menu GCP Management buat tandai titik-titiknya.

- Aktifkan opsi 2D Map dan 3D Map, lalu pilih jenis file apa saja yang mau diekspor nanti.
- Terakhir, klik Run Reconstruction. Setelah proses selesai, Anda bisa langsung lanjut ke pengukuran volume stockpile.
5. Analisis Stockpile

Setelah peta 2D atau model 3D muncul, Anda bisa langsung ukur volume stockpile dengan tools yang ada di DJI Terra.
- Di bagian kanan bawah layar, cari menu Annotation and Measurement (kalau nggak kelihatan, scroll dikit).
- Pilih Volume Tool, lalu klik titik-titik mengelilingi stockpile yang mau diukur.
- Kalau sudah melingkar penuh, klik dua kali untuk selesai. DJI Terra akan langsung hitung volumenya.

Hasil volume akan muncul dalam bentuk Cut and Fill. Anda juga bisa pilih jenis dasar atau Base Plane yang paling cocok:
- Mean Plane: cocok untuk stockpile yang berdiri bebas (tanpa dinding), karena ambil rata-rata tinggi permukaan sebagai dasar. Ini yang paling sering dipakai.
- Lowest Point: cocok kalau stockpile-nya nempel dinding atau di dalam bunker. Basis dihitung dari titik paling rendah, karena bagian belakang tumpukan nggak bisa diukur langsung.

Kalau udah selesai, Anda bisa Save hasil pengukurannya. Semua anotasi bisa diekspor dalam bentuk file Excel (.xlsx) berisi: nama anotasi, jenis base plane, dan nilai Cut & Fill.


6. Export Data Stockpile
Walaupun DJI Terra bisa simpan dan kelola stockpile, kadang perusahaan butuh hasilnya dalam format tertentu untuk dipakai di software lain.
Berikut format umum yang dipakai:
- 2D Export: biasanya pakai file TIFF (gambar peta).
- 3D Export: untuk analisis lanjutan, software biasanya pakai Point Cloud (bukan 3D Mesh), dan disimpan dalam format .las.
Cara ekspornya:
- Kembali ke halaman utama (Home).
- Klik proyek yang mau diekspor.
- Pilih tombol Export, lalu centang jenis data yang ingin Anda simpan.

Studi Kasus Penggunaan Teknologi dengan DJI Drone
Pada salah satu proyek konstruksi besar di Indonesia, penggunaan drone dengan DJI Terra berhasil menurunkan waktu survei stockpile dari 3 hari menjadi hanya 1 hari. Akurasi pengukuran meningkat drastis dibandingkan metode manual sebelumnya. Tim proyek juga melaporkan efisiensi biaya hingga 25%, berkat kemampuan drone untuk menjangkau area sulit tanpa melibatkan banyak tenaga kerja.
Masa Depan Teknologi Survei dengan Drone
DJI Drone dan DJI Terra membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu mengatasi tantangan besar, termasuk pengukuran stockpile yang selama ini menjadi masalah utama di industri survei dan pemetaan. Mulailah beralih ke solusi teknologi ini untuk membawa efisiensi dan akurasi ke tingkat berikutnya.
Halo Robotics siap membantu Anda mengimplementasikan teknologi ini dengan dukungan penuh di Indonesia. Hubungi tim mereka untuk layanan demo atau konsultasi lebih lanjut.
Baca juga: Top 3 Drone Surveying Software untuk Hasil Akurat


Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.