Daftar Isi
Unitree Robotics adalah perusahaan robotika asal Tiongkok yang berspesialisasi dalam pengembangan, produksi, dan penjualan robot berkaki empat (quadruped/robot dog) serta robot humanoid berperforma tinggi baik untuk segmen konsumen maupun industri. Didirikan pada 2016 oleh Wang Xingxing di Hangzhou, Tiongkok, perusahaan ini kini menjadi salah satu nama paling dikenal di industri robotika global.
Apa Itu Unitree Robotics?
Unitree Robotics โ secara resmi bernama Hangzhou Yushu Technology Co., Ltd. adalah perusahaan robotika yang berbasis di Hangzhou, Tiongkok, didirikan oleh Wang Xingxing pada Mei 2016. Wikipedia Berawal dari sebuah kantor seluas 50 meter persegi, perusahaan ini tumbuh menjadi pemain global berkat fokusnya pada satu hal: membuat robot berperforma tinggi dengan harga yang lebih terjangkau dibanding kompetitor.
Unitree Robotics adalah salah satu perusahaan pertama yang secara terbuka menjual robot berkaki empat, dan memiliki keunggulan dalam pengembangan komponen inti robot, kendali gerak, serta persepsi robot. Motor, reducer, kontroler, hingga sebagian besar sensor dikembangkan secara mandiri. Unitree Robotics
Visi Wang Xingxing sederhana namun ambisius: membawa robot canggih ke tangan lebih banyak orang, dari peneliti universitas hingga operator industri, tanpa harus mengorbankan kapabilitas teknis.
Apakah Robot Unitree Itu Nyata?
Ya, Robot Unitree adalah produk nyata yang sudah diproduk massal, dijual secara komersial, dan digunakan di berbagai negara. Unitree telah tampil di ajang bergengsi seperti Super Bowl 2023, Olimpiade Musim Dingin 2022, dan Asian Para Games, serta diliput oleh media internasional seperti BBC dan Forbes. Beberapa produk nyata yang sudah beredar di pasaran:
Quaduped โ Go2
Robot anjing untuk eksplorasi dan edukasi, kecepatan 3,5 m/s, daya tahan baterai 2 jam, dengan keunggulan sistem penghindaran rintangan otomatis berbasis 4D LiDAR.
Quadruped โ A2
Robot anjing industri untuk inspeksi dan misi lapangan berat, kecepatan 5 m/s, baterai dual hot-swappable untuk operasi tanpa henti, dengan keunggulan kapasitas beban berdiri hingga 100 kg.
Humanoid โ G1
Robot humanoid compact untuk riset dan otomasi layanan, kecepatan gerak 2 m/s, daya tahan baterai 2 jam, dengan keunggulan tangan dexterity 3 jari yang mampu menggenggam dan memanipulasi objek secara presisi.
Humanoid โ H2
Robot humanoid full size untuk riset lanjutan dan pengembangan AI, kecepatan gerak 2 m/s, daya tahan baterai hingga 3 jam, dengan keunggulan 31 derajat kebebasan gerak dengan torsi kaki 360 N.m. menggunakan material titanium alloy.
Pada 2024, Unitree Robotics mencatatkan pengiriman robot humanoid sekitar 1.400 unit, menjadikannya perusahaan dengan volume pengiriman humanoid tertinggi di dunia.
Produk-Produk Unggulan Unitree Robotics
Lini produk Unitree terbagi dalam dua kategori besar:
1. Robot Anjing
Robot berkaki empat adalah fondasi bisnis Unitree. Dimulai dari Laikago dan Aliengo, hingga Go2 dan B2 yang kini menjadi unggulan. Go2-W, varian beroda dari Go2, mampu melewati rintangan setinggi 70 cm dan bergerak di medan curam dengan mulus. Robotics Tomorrow Sementara B2 cocok untuk kebutuhan inspeksi industri, penyelamatan, dan operasi di lapangan.

2. Robot Humanoid
Sejak 2023โ2024, Unitree mulai serius di segmen humanoid. Unitree H1 dan G1 menjadi andalan, dengan kemampuan yang terus berkembang berkat integrasi AI. Robot-robot ini mampu melakukan handstand, backflip tiga putaran, menaiki tangga, dan memulihkan diri dari gangguan ekstrem.
Selain itu, Unitree juga memproduksi komponen robotika seperti motor servo dan lengan robot (robotic arm) untuk kebutuhan riset dan pengembangan.
Bagi yang ingin melihat lebih lengkap spesifikasi dan pilihan produk yang tersedia, dapat mengunjungi koleksi robot Unitree di Halo Robotics sebagai referensi distributor resmi di kawasan Asia Tenggara.

Mengapa Unitree Robotics Semakin Populer?
Ada beberapa alasan mengapa nama Unitree kian sering disebut dalam diskusi teknologi global:
1. Harga yang Kompetitif Dibanding pemain Barat seperti Boston Dynamics, Unitree menawarkan produk dengan kapabilitas serupa namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau. G1 humanoid tersedia di kisaran USD 16.000 โ angka yang relatif rendah untuk robot humanoid berperforma tinggi.
2. Inovasi Teknis yang Cepat Unitree telah mendapatkan lebih dari 150 paten teknologi secara global Robotics Tomorrow, dan secara konsisten memperkenalkan kemampuan baru dalam rentang waktu singkat. Kolaborasi dengan ekosistem AI terbuka, termasuk integrasi dengan framework seperti DeepSeek, turut mempercepat pengembangan kecerdasan robot mereka.
3. Keterbukaan untuk Developer Pada akhir 2024, Unitree mengumumkan akan membuka penuh kode pelatihan robot mereka, termasuk framework reinforcement learning dan kode migrasi Sim-to-Real, yang memungkinkan developer mempersingkat siklus R&D hingga 30%. Yicai Global Pendekatan semi-open source ini menarik komunitas peneliti dan pengembang dari seluruh dunia.
4. Rekam Jejak di Panggung Dunia Kehadiran di CES 2025, Super Bowl, dan Olimpiade membuktikan bahwa Unitree bukan sekadar pemain lokal โ mereka sudah bermain di liga global.
Di Mana Bisa Mendapatkan Robot Unitree?
Tersedia di Indonesia
Untuk pasar Indonesia dan Asia Tenggara, produk-produk Unitree Robotics tersedia melalui Halo Robotics, platform robotika yang menyediakan layanan pembelian, konsultasi teknis, hingga dukungan purna jual. Ini adalah opsi yang lebih praktis bagi pengguna lokal yang membutuhkan asistensi dalam bahasa dan regulasi setempat.
Situs Resmi Unitree
Produk Unitree dapat diperoleh melalui beberapa jalur: langsung dari situs resmi Unitree di shop.unitree.com untuk pasar konsumen internasional, atau melalui distributor dan mitra resmi di masing-masing negara.
Unitree Robotics adalah bukti nyata bahwa inovasi robotika kelas dunia tidak harus datang dari Silicon Valley. Dengan kombinasi harga kompetitif, kemampuan teknis yang terus berkembang, dan ekosistem yang terbuka bagi developer, perusahaan asal Hangzhou ini sedang membentuk ulang cara kita memandang masa depan robotika โ dari laboratorium penelitian hingga lantai pabrik, dan mungkin, suatu hari nanti, ke dalam rumah kita.
Baca juga: Top Studi Kasus Robot Humanoid & Quadruped untuk Inspeksi Industri Energi
Apa itu Humanoid AI dan bagaimana ia bekerja di industri? Panduan teknikal lengkap โ dari lapisan AI hingga contoh nyata Unitree G1, R1, H2.
Continue Reading Humanoid AI: Bagaimana AI Membuat Robot Lebih Adaptif di Lingkungan Kerja
Apa bedanya AI Robot, Robot Otonom, dan Robot Cerdas? Panduan definisi lengkap dari cara kerja hingga sektor yang paling tepat menggunakannya
Continue Reading AI Robot untuk Dunia Industri: Bedanya Robot AI, Robot Otonom, dan Robot Cerdas
Bisakah drone pengangkut barang beroperasi di medan pegunungan ekstrem? Temukan jawabannya dalam studi kasus Halo Robotics di Kab. Bandung
Continue Reading Studi Kasus Drone Pengangkut Barang di Medan Pegunungan Bandung
Pelajari bagaimana drone survey digunakan untuk membuat model 3D Monas dengan akurasi, workflow efisien & hasil optimal dalam 2 penerbangan.
Continue Reading Studi Kasus Drone Survey untuk 3D Modeling Monumen Nasional (Monas)
NIRA review: 3D viewer online untuk asset management & Digital Twin. Akses as-built 3D model real-time tanpa instalasi software berat.
Continue Reading NIRA Review: 3D Viewer Online untuk Asset Management & Digital Twin
Top 5 LiDAR Scanner terbaik untuk 3D Model, BIM & Digital Twin aset industri. Bandingkan spesifikasi, akurasi, range, dan performanya di sini
Continue Reading Top 5 LiDAR Scanner untuk 3D Model, BIM & Digital Twin Aset Industri

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.





