Thermal drone dan drone jammer menjadi komponen penting dalam sistem pengamanan area modern yang membutuhkan pengawasan berkelanjutan, respons cepat, dan mitigasi ancaman udara. Thermal drone memungkinkan deteksi manusia, kendaraan, kapal, dan anomali panas pada siang maupun malam hari, sementara drone jammer berperan sebagai lapisan proteksi tambahan untuk menjaga ruang udara dari aktivitas drone ilegal. Berikut tiga studi kasus penerapan pengamanan area berbasis thermal drone di Indonesia, berdasarkan implementasi langsung di sektor industri dan energi.
1. Pengamanan Kawasan Industri & Aset Strategis
Problem
Area industri PT Pupuk Kaltim beroperasi 24/7 dengan aset vital seperti fasilitas produksi, panel surya, dan area Kamtib yang membutuhkan pemantauan rutin. Patroli manual sulit dilakukan secara konsisten dan memiliki keterbatasan visibilitas pada malam hari.
Solution
PT Pupuk Kaltim mengimplementasikan thermal drone DJI Matrice 4TD yang terintegrasi dengan DJI Dock 3 untuk patroli otomatis. Drone dijalankan melalui DJI FlightHub 2 dengan misi waypoint terjadwal, dilengkapi kamera thermal, zoom, AI detection (people & vehicle), laser range finder, serta live streaming ke command center. Sistem ini dapat dikombinasikan dengan drone jammer sebagai proteksi udara pada area sensitif.
Outcome
- Patroli otomatis 24/7 tanpa pilot di lapangan
- AI detection mendeteksi 1 orang dan 22 kendaraan dalam satu misi patroli
- Identifikasi objek hingga jarak ±1.800 m menggunakan laser range finder
- Pemantauan area Kamtib seluas 6.447 m² dengan GSD 2,69 cm
- Respons keamanan lebih cepat melalui live monitoring dari command center

2. Surveillance Perkebunan Skala Besar Berbasis Thermal Drone
Problem
Perkebunan sawit PT BGA memiliki area sangat luas dan rawan pencurian buah, aktivitas ilegal, serta potensi kebakaran. Patroli darat tidak efisien dan sulit dilakukan secara rutin, terutama pada malam hari.
Solution
PT BGA mengadopsi thermal drone DJI Matrice 4TD dengan DJI Dock 3 untuk patroli udara otomatis 24 jam. Drone menjalankan waypoint mission pada ketinggian ±120 m dengan kamera thermal, night vision, AI detection (people, vehicle, smoke), serta smart tracking. Untuk keamanan tambahan terhadap ancaman udara, konsep drone jammer diterapkan sebagai lapisan proteksi perimeter.
Outcome
- Patroli otomatis mencakup hingga 12,9 km rute penerbangan per misi
- Deteksi manusia dan kendaraan menggunakan thermal camera pada malam hari
- Zoom kamera hingga 108x untuk identifikasi detail objek
- Radius operasi mencapai 12,6 km dalam long-range test
- Efektivitas pengamanan meningkat tanpa ketergantungan patroli kendaraan

3. Perlindungan Airspace Objek Vital dengan Drone Jammer
Problem
PLTU Tanjung Jati merupakan objek vital nasional yang rentan terhadap ancaman drone ilegal untuk aktivitas pengintaian, sabotase, dan pelanggaran airspace. Sistem pengamanan konvensional tidak mampu mendeteksi drone berbasis RF secara real-time maupun mengidentifikasi lokasi pilot drone.
Solution
PLTU Tanjung Jati mengimplementasikan drone jammer Elitekorps Hunter F sebagai sistem anti-drone statis. Sistem ini terintegrasi dengan software untuk melakukan scanning frekuensi, deteksi RF drone, identifikasi model & serial number, serta tindakan automatic dan manual jamming (Force Landing & Return To Home).
Outcome
- Berhasil mendeteksi multi-drone secara real-time (Mavic 3T & Mavic 2 Enterprise)
- Identifikasi detail drone: model, serial number, kecepatan, ketinggian, dan jarak
- Deteksi lokasi drone dan remote pilot secara simultan (real-time)
- Uji jamming berhasil pada ketinggian 118–119 meter, drone langsung disconnect dari remote
- Sistem mampu menjalankan auto jamming tanpa operator aktif
- Notifikasi insiden terkirim real-time via email ke tim keamanan
- Fitur whitelist & blacklist mencegah gangguan terhadap drone internal
- Seluruh aktivitas tersimpan dalam log file sebagai bukti insiden keamanan
- Sistem beroperasi 24/7 nonstop, tahan cuaca, dan minim perawatan

Baca juga: 3 Studi Kasus Drone Pemetaan Pertambangan

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.