Jasa inspeksi berbasis thermal drone menghadirkan metode baru dalam inspection & asset management yang menekankan keselamatan kerja, kecepatan akuisisi data, dan kualitas analisis visual maupun termal. Dengan kemampuan close visual inspection, kamera zoom jarak jauh, serta analisis suhu secara presisi, inspeksi aset kini dapat dilakukan tanpa shutdown dan tanpa personel mendekati area berbahaya. Berikut tiga studi kasus penerapan jasa inspeksi berbasis thermal drone di sektor energi, migas, dan industri manufaktur di Indonesia.
1. Inspeksi Tower Transmisi Listrik & Aset Tegangan Tinggi
Problem
Manajemen aset industri seperti tower SUTET memiliki jumlah banyak dan berada pada ketinggian, sehingga inspeksi konvensional membutuhkan scaffolding, rope access, dan berisiko tinggi terhadap keselamatan personel. Selain itu, inspeksi manual memerlukan waktu lama dan berpotensi mengganggu operasional.
Solution
PLN mengimplementasikan jasa inspeksi menggunakan thermal drone DJI Matrice 350 RTK dengan payload DJI Zenmuse H30T. Drone digunakan untuk general visual inspection dan thermal inspection melalui metode Hi-Res Grid Photo, zoom optik, dan kamera thermal. Data diproses menggunakan DJI Thermal Analysis Tools 3 untuk analisis suhu dan identifikasi hotspot.
Outcome
- Close visual inspection dilakukan tanpa personel memanjat tower
- Zoom optik 34x (hingga 200x digital) menghasilkan detail kerusakan aset
- Deteksi hotspot dan anomali suhu melalui kamera thermal
- Tidak diperlukan shutdown aset selama inspeksi
- Waktu pengambilan data inspeksi jauh lebih cepat dan aman

2. Inspeksi Aset Kilang & Fasilitas Migas
Problem
Manajemen aset industri migas seperti LPG storage, pressure vessel, chimney, dan flare stack berada di area berbahaya dengan suhu ekstrem dan akses terbatas. Inspeksi manual berisiko tinggi serta membutuhkan waktu dan biaya besar.
Solution
Pertamina menggunakan jasa inspeksi thermal drone DJI Matrice 350 RTK dengan DJI Zenmuse H30T untuk close visual inspection dan thermal inspection. Drone diterbangkan pada ketinggian ±100 m dengan dukungan kamera wide, zoom, thermal infrared, dan laser range finder untuk pengukuran jarak aman.
Outcome
- Inspeksi flare stack hingga jarak ±1.300 m menggunakan laser range finder
- Pengukuran suhu ekstrem hingga ±451,9 °C pada aset kritikal
- Identifikasi detail aset dengan zoom hingga ratusan kali
- Eliminasi kebutuhan scaffolding dan akses manual
- Risiko paparan area berbahaya terhadap personel berkurang signifikan

3. Inspeksi Aset Industri & Panel Surya Otomatis
Problem
Aset industri seperti bangunan, panel surya, dan area perkantoran membutuhkan inspeksi rutin secara visual dan thermal. Inspeksi manual tidak efisien dan sulit dilakukan secara berkala pada area luas.
Solution
PT Lami Packaging mengadopsi jasa inspeksi berbasis thermal drone DJI Matrice 4T yang terintegrasi dengan DJI Dock 3. Drone menjalankan misi otomatis melalui FlightHub 2, dilengkapi kamera thermal, zoom hingga 112x, AI detection, laser range finder, dan night vision untuk inspeksi siang–malam.
Outcome
- Inspeksi otomatis area hingga 17 Ha dalam ±8 menit
- Deteksi anomali panel surya melalui thermal inspection
- Pengukuran jarak objek hingga 1,8 km dengan laser range finder
- Operasi inspeksi terjadwal tanpa pilot di lapangan
- Data inspeksi tersentralisasi dan siap dianalisis dari command center

Baca juga: 3 Studi Kasus Drone Pemetaan Pertambangan

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.