Konservasi hutan kini semakin terbantu oleh pemanfaatan teknologi drone untuk pemetaan habitat, monitoring satwa liar, pemulihan ekosistem, serta perlindungan area sensitif di Indonesia. Dengan dukungan kamera zoom, thermal, LiDAR, dan AI counting, drone memungkinkan lembaga konservasi meningkatkan akurasi data, mempercepat pengamatan lapangan, serta mengurangi risiko bagi tim di area terpencil dan bervegetasi rapat.
1. Taman Nasional Way Kambas – Monitoring Populasi Gajah & Patroli Anti-Poaching
Problem
Taman Nasional Way Kambas merupakan area konservasi hutan yang sangat luas dan rawan perburuan. Tim ranger membutuhkan pemantauan satwa serta deteksi aktivitas ilegal pada malam hari tanpa risiko kontak langsung.
Solution
Pengawasan dilakukan menggunakan DJI Matrice 300 RTK + H20T (thermal + zoom + laser range finder) dengan pola patroli grid. Thermal mendeteksi keberadaan gajah dan aktivitas mencurigakan, sementara zoom memberikan validasi visual dari jarak aman, kritis untuk konservasi hutan berbasis patroli udara.
Outcome
- Deteksi pergerakan gajah hingga 700 m tanpa mengganggu satwa.
- Thermal mengidentifikasi aktivitas manusia mencurigakan pada jarak >300 m.
- Patroli area ±1.200 Ha diselesaikan dalam <40 menit.
- Mengurangi risiko konflik langsung antara ranger dan pemburu dalam operasi konservasi.

2. Hutan Mangrove Bali – Pemetaan Rehabilitasi Vegetasi
Problem
Program rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari konservasi hutan pesisir membutuhkan pemetaan kesehatan vegetasi dan tingkat keberhasilan penanaman baru. Survey manual tidak akurat dan sulit dilakukan di area berlumpur.
Solution
Pemetaan dilakukan dengan DJI Mavic 3 Multispectral, mengumpulkan NDVI, GNDVI, dan RGB melalui penerbangan low-altitude. Data digunakan untuk menilai kesehatan pohon mangrove, kepadatan kanopi, dan area yang gagal tumbuh, komponen penting dalam konservasi hutan mangrove.
Outcome
- Pemetaan vegetasi 35 Ha selesai dalam 19 menit.
- NDVI & GNDVI menampilkan area ber-kesehatan rendah dengan akurasi >90%.
- Identifikasi area gagal tumbuh sehingga replanting lebih tepat sasaran.
- Efisiensi survei meningkat 4× dibanding survey manual untuk kegiatan konservasi.

3. Habitat Orangutan Kalimantan – Deteksi Sarang & Estimasi Populasi
Problem
Estimasi populasi orangutan—ikon konservasi hutan Kalimantan—bergantung pada pencatatan sarang di kanopi. Survey ground team terhambat vegetasi rapat dan membutuhkan waktu berminggu-minggu.
Solution
Drone DJI Matrice 350 RTK + Zenmuse L2 LiDAR diterbangkan menggunakan terrain-follow untuk menembus vegetasi rapat. Point cloud dianalisis untuk mendeteksi sarang di kanopi, memetakan distribusi, dan membuat model kerapatan habitat yang penting dalam konservasi hutan tropis.
Outcome
- LiDAR menembus vegetasi, menghasilkan point cloud >300 pts/m².
- Deteksi sarang orangutan meningkat 3× dibanding survey ground.
- Area 50 Ha selesai dalam 12 menit.
- Data sarang digunakan untuk estimasi populasi lebih akurat & detail dalam proyek konservasi.

Baca juga: Penggunaan Drone Thermal dan LIDAR dalam Upaya Pelestarian Populasi Orangutan di Kalimantan

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.