Fakta Menarik tentang Drone Pertanian DJI Agras

Drone Pertanian DJI Agras dan Manfaatnya

DJI-Agras-T30-on-site.jpeg
Kecanggihan fitur DJI Agras dipraktekan langsung bersama petani

Drone pertanian DJI Agras terus mengalami upgrade, fiturnya semakin canggih untuk pertanian, seperti apa fakta menarik lainnya dari drone tersebut?

Apalagi, saat ini drone sudah menjadi alat yang mapan dalam bisnis pertanian, fungsinya dapat meningkatkan produktivitas pertanian dengan data udara yang tepat waktu.

Namun selain mengumpulkan wawasan penting tentang kesehatan tanaman dan memungkinkan pembuatan peta NDVI dan RGB yang terperinci, drone DJI Agras juga membantu petani untuk melakukan aplikasi pemupukan, herbisida, pestisida, fungisida, distribusi benih dengan fitur canggihnyadapat dilakukan dengan cara yang lebiih murah, penyelasaian yang lebih cepat dan presisi.

Tidak hanya itu, penerapan agrokimia merupakan landasan pertanian modern sebagai tindakan penyeimbangan yang rumit yang membutuhkan kecepatan, kehati-hatian, dan ketepatan distribusi serta penyemprotan input pertanian dengan jumlah bahan kimia yang tepat untuk menghindari inefisiensi, dimana konsentrasi unsur kimia yang terllau tinggi dapat menyebabkan pembengkakan biaya yang tidak perlu dan menurunkan kualitas produk. Selain itu, apabila konsentrasi zat kimianya terlalu rendah dapat membuat tanaman tidak maksimal saat panen.

Apa itu Agrokimia?

Singkatnya, agrokimia adalah bahan kimia yang digunakan oleh pertanian. Saat ini, agrokimia menjadi tantangan tersendiri untuk sistem pertanian di indonesia.Bahan agrokimia pupuk dan pestisida merupakan salah satu input teknologi yang sangat dibutuhkan untuk sistem pertanian modern namun juga berpotensi menimbulkan banyak kerusakan, untuk itu penggunaan bahan kimia yang sesuai dosisnya diharapkan bisa diimplementasikan oleh sektor pertanian di indonesia.

Drone penyemprot DJI Agras dikerahkan di seluruh dunia saat petani memanfaatkan teknologi terbaru untuk mendistribusikan bahan kimia secara akurat, merata, dan efisien. Secara keseluruhan, penyemprotan drone berkontribusi pada pengurangan biaya yang diperlukan untuk menerapkan bahan kimia pertanian, baik melalui tenaga kerja manual atau peralatan sewaan – mengurangi paparan bahan kimia, dan dalam beberapa kasus hasil panen yang lebih tinggi.

dji-agras-t10-drone-pertanian-dji
Drone DJI Agras T10

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang penyemprotan drone.

Penyemprotan Drone bergantung pada Algoritma Khusus

Melakukan penyemprotan input pertanian seperti insektisida, pestisida dan herbisida punya algoritma khusus untuk memperhitungkan muatan cair yang mengalir.

Drone DJI Agras membawa sejumlah besar cairan penyemprotan, dimana kapasitasnya berbeda dibandingkan dengan drone yang membawa sensor serta kamera, inilah yang membuat drone DJI Agras tersebut unik. Tantangan rekayasa ini diperumit oleh fakta bahwa dampak momentum cairan terus berubah, karena secara bertahap meninggalkan tangki dan memberi jalan bagi lebih banyak oksigen.

Drone DJI Agras dapat Menyemprotkan lebih dari Sekedar Zat Cair/Liquid

dji-agras-t10-dan-t30
DJI Agras T10 dan T30

Kemampuan untuk mengotomatisasi penyebaran bahan kimia pertanian dengan tingkat akurasi yang tinggi merupakan langkah besar dalam digitalisasi pertanian dan pertanian yang lebih cerdas.

Drone terbaru dalam jajaran DJI Agras, seperti T30, menawarkan kapasitas yang besar, yakni tangkinya punya kapasitas 40 Liter, dengan laju aliran 50kg per menit, dan jangkauan penyebaran 7 meter.

Kelebihan ini setara dengan potensi cakupan 40 hektar per jam, dan peningkatan produktivitas yang sangat besar untuk tugas-tugas yang biasanya manual yang menuntut distribusi yang cepat dan akurat. Dan bukan hanya pestisida dan pupuk yang dapat digunakan untuk drone DJI Agras, teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyebarkan benih, pakan ternak, dan herbisida. Yang terakhir adalah langkah yang sangat penting untuk mengelola tanaman seperti kapas. Penyemprotan herbisida yang ditargetkan secara otomatis dapat mempercepat defoliasi, menghilangkan dedaunan berlebih, dan menyederhanakan proses panen.

 dji-agras-drone-pertanian.jpeg
Demo langsung di area pertanian dengan DJI Agras T30

Salah satu spesialis drone yang mengadopsi DJI Agras di Kloubec Koi Farm di Lowa, merasa bahwa penggunaan drone tersebut di lahan pertanian seluas 80 hektar untuk memberi makan ikan menjadi solusi yang cepat, efektif dan otomatis.

Tidak hanya itu, sebelum drone DJI Agras T10, T16, T20 dan T30 diluncurkan, ilmuwan sudah lebih dulu menggunakan drone DJI Agras MG-1S untuk mengurangi penularan malaria di Tanzania.

Drone tersebut menyemprotkan serangkaian sawah dengan agen kontrol biologis, yang diletakkan di permukaan genangan air untuk mencegah nyamuk yang baru menetas dan mematikannya. Tim riset dan pengmembangan dari DJI Agras kemudian memodifikasiny untuk mendistribusikan cairan yang lebih padat daripada pestisida biasa, sebagai bagian dari solusi memberikan dampak besar bagi penyakit paling mematikan yang pernah diketahui umat manusia.

Drone DJI Agras sebagai Drone Terbesar DJI

DJI-Agras-untuk-pertanian-modern-presisi.jpg
Fitur omnidirectional Agras T30 berguna menghindari hambatan terbang

DJI membuat drone dari semua ukuran dan untuk semua jenis aplikasi, mulai dari FPV seukuran telapak tangan hingga DJI Matrice 300 RTK untuk melakukan tugas berat. Tapi drone terbesar kami adalah AGRAS T30.

Hal ini karena dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh pertanian modern, ukuran menjadi hal yang penting. Dengan berat 24,6 kg, lebar hampir 3m, dan dengan potensi berat lepas landas maksimum 76,5 kg, drone DJI Agras T30 merupakan prestasi luar biasa dalam bidang teknik pertanian.

Di samping ukuran dan potensi muatannya, DJI Agras T30 dilengkapi dengan radar omnidirectional berbentuk bola untuk mendukung penghindaran rintangan dalam arah horizontal dan overhead, adaptasi medan, dan pemeliharaan ketinggian. Sistem penyemprotan T30 dirancang untuk mempercepat distribusi bahan kimia pertanian dengan akurasi yang ditingkatkan. Tata letak 16 nozzledan laju aliran hingga 8 liter per menit dikombinasikan dengan kecepatan dan kemampuan manuver DJI Agras T30, berarti petani dapat menyemprotkan lahan pertanian hingga 40 hektar per jam.

Adopsi Teknologi Drone DJI Agras

dji-agras-t30-drone-pertanian-untuk-tanaman-tinggi.jpg
Adopsi teknologi DJI Agras untuk tanaman padi

Di Asia, khususnya jepang, penggunaan drone pertanian DJI mulai banyak diadopsi terutama oleh peneliti dari Universitas Sains Tokyo. Dalam beberapa tahun terakhir, penyemprotan dengan drone telah mendapatkan daya tarik yang sangat besar untuk distribusi pestisida.

Di seluruh Jepang, jumlah hektar yang disemprotkan oleh drone mengalami peningkatan 45 kali lipat antara tahun 2016 dan 2018, dengan jumlah UAV terdaftar untuk penyemprotan pertanian meningkat dari 227 menjadi lebih dari 1500.

Semua indikasi menunjukkan bahwa tren tersebut terus berlanjut hingga hari ini, terutama dengan kemajuan besar dalam teknologi drone dan peningkatan kelonggaran untuk aplikasi muatan berat dari regulator. Adopsi drone penyemprotan Jepang bukan hanya contoh lain dari sebuah negara di depan kurva.

Populasi yang menua dan menyusut berarti ada lebih sedikit tenaga kerja murah untuk melakukan tugas-tugas pertanian, sementara daratan Jepang yang relatif kecil berarti bahwa operasi pertanian skala kecil adalah hal biasa. Kedua faktor tersebut menjadi pendorong adopsi drone DJI AGRAS.

Outcomes Drone Pertanian DJI

dji-agras-t30-t10-fitur-dan-spesifikasi
Model DJI Agras T10 dan DJI Agras T30

Rangkaian AGRAS penyemprotan tanaman kami, termasuk T30 baru, T10, T16, dan T20, telah membuktikan dirinya di seluruh dunia. Namun, beberapa yurisdiksi lebih lambat memberikan kelonggaran untuk Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) dan operasi swarm untuk drone skala ini dan/atau ketika agrokimia menjadi bagian dari persamaan.

Drone penyemprotan DJI sedang diperkenalkan sebagai bagian dari upaya untuk membuat pertanian lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan tidak sembarangan dalam hal penyemprotan bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Mencapai penurunan drastis seperti itu tanpa mengorbankan hasil panen sepenuhnya bergantung pada metode pertanian yang lebih cerdas tepat. Drone termenawarkan satu jalan untuk aplikasi agrokimia yang lebih bertarget, terutama di kebun anggur, kebun buah, dan tanaman di daerah yang curam.

Penyemprotan drone adalah alat canggih yang dapat digunakan petani untuk mempercepat dan mengotomatiskan proses manual. Dan hasil dari fungsi inti tersebut adalah gamechanger untuk masa depan pertanian. Teknologi ini memungkinkan aspek penting dari pertanian presisi berlangsung sepanjang waktu.

Meskipun peraturan lambat beradaptasi dengan apa yang mungkin dari sudut pandang teknis. DJI Agras T30 yang baru adalah contohnya. Baterai cerdasnya dapat terisi penuh hanya dalam 10 menit, memungkinkan pengoperasian terus-menerus. Dikombinasikan dengan wawasan yang dihasilkan oleh alat seperti P4 Multispectral, penyemprotan drone dapat membantu petani bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan dengan presisi lebih tinggi dari sebelumnya.

Pelajari lebih lanjut teknologi drone DJI Agras.

Questions? Please let us know how we can help. 
Connect further with us by filling the contact form below, or at:
Email: [email protected]
WhatsApp: +62811-8549-888

Kamera MicaSense RedEdge: Tutorial Post-Processing dengan PIX4Dmapper
Drone Militer: Manfaat, Contoh Penggunaan dan Rekomendasi Tactical Drone
Close
Close My Cart

Close
Navigation
Categories