Alat Surveyor GNSS Receiver Singleband vs Multiband

Alat Surveyor GNSS Receiver Emlid

Terdapat berbagai jenis alat surveyor berupa GNSS Receiver pemetaan singleband atau multiband, akan tetapi yang mana yang paling akurat untuk mapping?

Berikut akan dibahas secara lengkap ulasannya sehingga pengguna tidak perlu lagi bingung untuk memilih GNSS Receiver multi-band dan single-band yang paling akurat untuk pemetaan.

Apa itu GNSS Receiver Pemetaan?

alat-surveyor-gnss-receiver-pemetaan-singleband-multiband
Single-band receiver (kanan) dan multi-band receiver (kiri)

Alat surveyor seperti GNSS Receiver adalah penerima Sistem Satelit Navigasi Global (“GNSS”) yang telah dirancang dan diimplementasikan menggunakan radio yang sudah dikoneksikan dengan software pemetaan. GNSS Receiver secara umum terbagi menjadi 2, yatu single-band dan multi-band.

Berikut perbedaanya yang akan menjawab akurasi pemetaan yang dihasilkan diantara keduanya.

Faktor pertama yang akan disorot adalah dari cara kerja kedua GNSS receiver tersebut dalam menerima frekuensi.

Cara Kerja Penerimaan Frekuensi

gnss-receiver-pemetaan-singleband-multiband-frekuensi
Jangkauan frekuensi single-band vs multi-band

Setiap satelit terus mengirimkan sinyal pada satu atau frekuensi ganda. Single-Band receiver penerima hanya dapat memperoleh satu pita frekuensi dari satelit.

Alat surveyor Multi-Band receiver dapat bekerja dengan beberapa pita frekuensi. Banyaknya jumlah pita frekuensi tidak memengaruhi akurasi. Jadi, baik GNSS receiver pemetaan single-band atau multi-band, keduanya punya level akurasi yang sama.

Kecepatan Penyelesaian Masalah Akurasi

gnss-receiver-pemetaan-rtk-gnss-base-station-emlid-reach-rs2-rtk-integrasi-dengan-drone-dji
Implementasi base station Emlid Reach RS2

Multi-Band receiver dapat mencapai solusi tetap dalam hitungan detik, dan mempertahankan kinerja yang kuat bahkan jika pandangan langit terhalang sebagian. Multi-Band receiver dapat bekerja pada baseline yang lebih panjang dibandingkan dengan single-band.

Baseline tersebut di angka 60 km untuk RTK dan 100 km untuk PPK. Multi-Band juga mencapai akurasi hingga ke tingkat centimeter saat bekerja dengan layanan pemosisian titik yang tepat.

Singkatnya, alat surveyor GNSS receiver multiband untuk aktivitas survey dan mapping yang dilakukan di tempat terbuka, GNSS receiver jenis multi-band menjadi pilihan terbaik bagi para surveyor, dibandingkan dengan GNSS receiver single-band.

Pengoperasian di Lingkungan yang Kompleks

gnss-receiver-pemetaan-multiband-emlid-reach-rs2- dji- phantom-4-rtk
Integrasi Emlid Reach RS2 ke Drone DJI Phantom 4 RTK

Jika Anda bekerja pada kondisi yang sulit, memiliki baseline yang panjang dan ingin bekerja lebih cepat, multi-band adalah pilihan untuk digunakan. Di sisi lain, Single-band receiver memiliki akurasi yang sama dan biaya yang lebih murah.

Namun, ia hadir dengan beberapa spesifikasi dan batasan teknis, dan perlu waktu beberapa menit bagi alat surveyor single-band receiver untuk mendapatkan solusi perbaikan saat Anda mulai bekerja. Anda harus menunggu selama ini hanya di awal survei. misalnya, di bawah pohon, multi-band tetap jadi solusi terbaik untuk memulihkan kecepatan problem solving untuk akurasi sebelum pengguna kembali ke area survey terbuka lagi.


Kecepatan Point Collection

gnss-receiver-pemetaan-dji-phantom-4-rtk-emlid-reach-rs2-konfigurasi
Waypoint yang dikumpulkan dengan Emlid Reach RS2

Pengumpulan point membutuhkan waktu yang sama dengan penerima multi-band. Alat surveyor berupa penerima Single-Band menunjukkan kinerja yang sangat baik di lingkungan langit terbuka dengan garis dasar yang relatif pendek, juga menjadi basis yang bagus untuk pemetaan ppk atau drone. Baselinenya sampai 10 km di RTK dan 30 km di PPK. Jika Anda yakin sebagian besar bekerja dengan pemandangan langit terbuka, garis dasar yang cukup pendek dan memiliki kondisi kerja yang wajar. GNSS receiver pemetaan single-band termasuk pilihan yang optimal dan terjangkau.

Jadi, ketika memilih antara receiver single-band dan multi-band, Anda perlu memikirkan kondisi kerja Anda. Misalnya, jika Anda bekerja di lapangan pada baseline yang relatif pendek, receiver single-band sudah cukup untuk melakukan survei yang akurat dan juga menghemat uang anda. Namun, jika Anda bekerja di area dengan pemandangan langit yang sebagian terhalang, atau stasiun pangkalan terlalu jauh, atau Anda tidak ingin repot dengan kemungkinan keterbatasan teknologi, tetap gunakan receiver multi-band.

Yang terpenting, anda harus menyesuaikan juga mana GNSS receiver pemetaan yang paling tepat untuk kebutuhan anda. Beragam GNSS receiver dari EMLID akan membantu anda untuk menghasilkan pemetaan terbaik.

Questions? Please let us know how we can help. 
Connect further with us by filling the contact form below, or at:
Email: [email protected]
WhatsApp: +62811-8549-888

This article is a translation, with courtesy from Emlid. The original article can be found here: Single-Band VS Multi-Band Receiver Video: Tips on How to Choose Your Device

Drone Inspeksi Confined Space Elios 2 Bantu Cegah Korosi Aset
3 Faktor RTK agar Base Station Emlid dan Drone DJI berhasil untuk Pemetaan
Close
Close My Cart

Close
Navigation
Categories