construction project management kini semakin mengandalkan drone konstruksi sebagai solusi utama untuk surveillance proyek, 3D mapping, monitoring progres pembangunan, inspeksi aset, serta dokumentasi lapangan secara presisi. Melalui pemanfaatan kamera oblique, LiDAR, dan sistem automated docking, Halo Robotics membantu tim construction project management meningkatkan visibilitas proyek, mempercepat pengambilan keputusan, serta memastikan progres konstruksi berjalan lebih cepat, aman, dan akurat dibanding metode manual.
1. PT Gisara Tantra Berkarya – Automated Monitoring Perluasan Pabrik
Problem
PT Gisara Tantra Berkarya membutuhkan pemantauan progres perluasan pabrik dan inspeksi area konstruksi secara rutin. Metode manual tidak efisien dan tidak mampu mendukung kebutuhan construction project management yang menuntut data progres yang konsisten, cepat, dan terdokumentasi dengan baik.
Solution
Perusahaan menggunakan DJI Dock 3 dengan drone M4TD untuk menjalankan misi waypoint otomatis, zoom inspection, thermal monitoring, dan smart tracking. Seluruh data dikirim real-time ke FlightHub 2, sehingga tim construction project management dapat memantau progres, risiko, dan aktivitas lapangan secara terpusat.
Outcome
- Patroli otomatis 24/7 untuk area konstruksi dan perimeter.
- Deteksi AI untuk orang, kendaraan, dan aktivitas tidak normal.
- Zoom 40–54× dan thermal efektif untuk inspeksi siang–malam.
- Dokumentasi progres pembangunan lebih konsisten tanpa kru lapangan.

Fitur AI Detection on patrol route (notifikasi penemuan objek manusia >1 orang) & Fitur Thermal Camera
2. Ibu Kota Nusantara (IKN) – Pemetaan 3D Bangunan & Topografi
Problem
Tim konstruksi IKN membutuhkan pemodelan 3D bangunan dan pemetaan topografi detail untuk mendukung perencanaan desain dan analisis struktur. Metode manual tidak cukup cepat atau akurat untuk kebutuhan construction project management berskala besar dan dinamis.
Solution
Pemetaan dilakukan menggunakan M350 RTK + ShareUAV 102S V3 (kamera oblique 5 arah) dan Zenmuse L2 (LiDAR). Akuisisi data dilakukan dengan metode oblique flight dan terrain-follow, kemudian diproses di DJI Terra untuk menghasilkan model 2D/3D yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam construction project management.
Outcome
- 1.5 Ha oblique mapping selesai dalam 11 menit.
- 4.1 Ha pemetaan selesai dalam 3 menit.
- RMSE akurasi 0.069 m setelah GCP adjustment.
- Point cloud LiDAR sangat padat: 792 pts/m² untuk detail konstruksi.

3D Modeling, 2D Modeling, Point Cloud Average Density 792 pts/m²
3. Pertamina OGT Balongan – Pemetaan Aset & 3D Modeling Utilities
Problem
Pertamina OGT membutuhkan pemetaan 3D struktur utilities dan aset pabrik untuk maintenance planning dan koordinasi teknis. Inspeksi manual lambat dan tidak mendukung construction project management yang membutuhkan visualisasi 3D presisi untuk evaluasi aset.
Solution
Pertamina menggunakan M350 RTK + ShareUAV 102S V3 untuk pengambilan foto oblique resolusi tinggi. Data diproses di DJI Terra dan Share Data Manager untuk menghasilkan orthophoto, DTM/DSM, serta 3D model aset yang terintegrasi dalam workflow construction project management.
Outcome
- 58.5 Ha selesai dipetakan dalam 66 menit.
- GSD 2.3 cm/px untuk detail visual aset dan struktur.
- 5.896 foto menghasilkan 3D model lengkap area fasilitas.
- Reprojection error 1.12 px, RMSE georeference 0.185 m.

3D Modeling, Orthophoto & TDOM

Baca juga: LiDAR Scanner SHARE SLAM S100 Series — New Release!

Mira Aziza has worked with Halo Robotics since 2014, and is deeply passionate about educating the Indonesian market about the transformative potential of drone technology to improve efficiency, safety, and process optimization at large scale in the biggest companies and government organizations in Indonesia. Having worked directly with the biggest developers of commercial drone technology in the world for more than 10+ years, Mira is well recognized as a credible authority in the commercial drone industry, and is trusted for her coverage of the most important trends shaping the ways that drones are being implemented at enterprise scale across Indonesia.

Eli Moselle is the co-founder and CEO of Halo Robotics, which is widely recognized to be the best drone solutions provider in Indonesia, and the largest enterprise drone distribution company by revenue in Southeast Asia. Eli has a wide-ranging educational background, with a B.A. in Economics and Political Science from the University of British Columbia, and an M.Sc. in Strategic Studies from Nanyang Technological University, combining this with a broad set of experience and skills from more than 20+ years in international business across industries including Oil & Gas, Mining, Agriculture, Power Transmission, Environmental Science, Security and Risk Management. Eli is passionate about #dronesforgood and contributing to positive systemic change with drone technology, and personally reviews much of the writing on the Halo Robotics website to verify the accuracy and quality of the content.